Abstract: Konflik kerja di lembaga pendidikan Islam, baik antar guru, antara guru dan pimpinan, maupun antara kepentingan individu dan tujuan organisasi, dapat menurunkan kinerja guru dan merusak iklim kerja. Kajian terdahulu membahas kepemimpinan transformasional, manajemen sumber daya manusia (SDM), dan manajemen konflik secara terpisah, dan kajian konflik lebih banyak berfokus pada penyelesaian setelah konflik terjadi, sehingga peran gabungan kepemimpinan dan praktik SDM dalam mencegah konflik belum terpetakan. Penelitian ini bertujuan menyintesis literatur tentang ketiga unsur tersebut dan merumuskan kerangka konseptual integratif pencegahan konflik kerja. Penelitian ini merupakan studi literatur (library research) kualitatif dengan penelusuran pada Google Scholar, Garuda Kemdikbud, dan DOAJ. Artikel jurnal terbit 2019–2026 yang membahas kepemimpinan transformasional, manajemen SDM, dan/atau manajemen konflik dengan konteks utama lembaga pendidikan Islam diseleksi, dan 15 artikel dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil sintesis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memberi arah nilai dan keteladanan, sedangkan praktik manajemen SDM (rekrutmen, pembinaan, evaluasi kinerja, dan sistem penghargaan) menerjemahkannya menjadi sistem kerja yang jelas dan adil. Keduanya bersama-sama membentuk iklim kerja yang terbuka dan mencegah konflik interpersonal, struktural, nilai, dan kepentingan. Kebaruan penelitian ini adalah memosisikan manajemen SDM sebagai instrumen aktif pencegah konflik, bukan sekadar konteks organisasi. Kontribusi teoretisnya berupa kerangka integratif kepemimpinan–SDM–konflik hasil sintesis literatur yang belum diuji secara empiris, dan kontribusi praktisnya berupa rujukan kebijakan preventif bagi pimpinan lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Konflik, Lembaga Pendidikan Islam
Copyrights © 2026