Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani siswa berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mengidentifikasi hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran jasmani siswa, dan mengetahui perbedaan kebugaran jasmani siswa pada berbagai kategori Indeks Massa Tubuh (IMT). Populasinya siswa SMP Negeri 1 bendosari dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bendosari yang berjumlah 80 siswa dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Intrumen digunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) Tahun 2022 dari kemenpora. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dengan menggunakan bantuan software SPSS 25.0. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukan untuk kelompok siswa dengan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) normal dengan jumlah sebanyak 22 orang. Data kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 1 Bendosari, diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kebugaran jasmani dalam kategori sedang, dengan nilai yang dominan berada pada kisaran 2,00 hingga 2,60. Adanya hubungan negatif yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran jasmani siswa. Nilai koefisien korelasi Spearman (ρ) sebesar -0,418 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (< 0,01), mengindikasikan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 99%. Korelasi negatif ini berarti bahwa semakin tinggi IMT seorang siswa, maka tingkat kebugaran jasmaninya cenderung semakin rendah. Terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat kebugaran jasmani siswa pada berbagai kategori Indeks Massa Tubuh (IMT), sebagaimana dibuktikan oleh hasil uji Kruskal-Wallis dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa status gizi yang tergambar dalam nilai IMT berpengaruh terhadap performa kebugaran jasmani.
Copyrights © 2026