Upaya menekan angka stunting di Desa Palimbangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, terus dioptimalkan lewat pemanfaatan alokasi Dana Desa, meskipun operasional program Posyandu Balita di lapangan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman orang tua serta kendala koordinasi antarpihak. Studi deskriptif kualitatif ini bertujuan mengevaluasi tingkat efektivitas program intervensi gizi tersebut sekaligus memetakan faktor-faktor penentunya. Peneliti menjaring data melalui metode observasi, dokumentasi, serta wawancara bersama sebelas informan terpilih, lalu menguji validitasnya lewat teknik triangulasi demi menjamin keabsahan data ilmiah. Berdasarkan analisis terhadap lima indikator kinerja, kemampuan para kader dalam memantau tumbuh kembang anak serta mendistribusikan program pemberian makanan tambahan (PMT) dinilai sudah berjalan efektif. Kepuasan warga dan penyerapan anggaran pun tergolong baik, kendati angka kehadiran balita belum sepenuhnya maksimal. Secara mendasar, hambatan yang ada berakar dari rendahnya tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta kekeliruan pola asuh yang memicu minimnya kesadaran kesehatan. Namun, kendala tersebut berhasil diredam berkat sokongan kuat pemerintah desa, keaktifan tenaga medis, serta konsistensi kader kesehatan. Ke depan, bidan desa disarankan memperluas jangkauan penyuluhan nutrisi secara berkala, sementara para ibu didorong meningkatkan kepedulian terhadap sanitasi air bersih serta pola hidup sehat demi memutus rantai stunting.
Copyrights © 2026