Jumaidi Jumaidi
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SERTA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN BALANGAN Vera Febriana; Jumaidi Jumaidi; Reno Affrian
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v1.i1.467

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai adalah Pengetahuan pegawai terhadap tugas pokok dan fungsi yang masing rendah, keterampilan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan masih kurang, rendahnya inisiatif kerja pegawai pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dan rendahnya komunikasi antar pegawai dengan atasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai dan besar pengaruhnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi dan dokumentasi, dan menggunakan teknik total sampling untuk penentuan sampel yang berjumlah 53 responden, metode analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap kinerja pegawai pada DinsosP3AMD Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan Nilai koefisien regresi (Uji t) untuk variabel kompetensi adalah 5.855 atau lebih besar dari 0.200758 (t Tabel) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Besar pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai ditunjukkan dari nilai R Square sebesar 0,402 atau 40,2%. Kemudian secara persentase pengaruh variabel kompetensi terhadap variable kinerja pegawai sebesar 40,2% sedangkan sisanya sebesar 59,8% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti.
THE INFLUENCE OF SERVICE QUALITY ON PUBLIC SATISFACTION AT THE AMUNTAI SELATAN SUB-DISTRICT OFFICE, HULU SUNGAI UTARA REGENCY. Fatimah Fatimah; Jumaidi Jumaidi; Agus Surya Dharma
Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU) Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/datu.v2.i2.1697

Abstract

Services at the Amuntai Selatan District Office, Hulu Sungai Utara Regency are still faced with a number of obstacles, such as the uncertainty of service completion time, employee capabilities that are not fully in line with their duties and functions, and the low level of public satisfaction. Based on these conditions, this study was conducted to analyze the effect of service quality on public satisfaction. This study uses a quantitative approach with data collection techniques in the form of questionnaires, observation, and documentation. Based on calculations with the Slovin formula, the number of samples used was 56 respondents. Data processing and analysis were carried out through several stages, including validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression analysis, t-tests as hypothesis tests, and coefficient of determination tests, with the help of the IBM SPSS version 25 application. The results of the study prove that service quality has a significant influence on public satisfaction at the Amuntai Selatan District Office, Hulu Sungai Utara Regency. This is indicated by the regression equation Y = 4.923 + 0.678X, which means that every increase in service quality will increase public satisfaction by 0.678 or 68%. The calculated t-value of 12.422 is greater than the t-table value of 1.674 with a significance level of 0.000 (<0.05), so the alternative hypothesis is accepted. In addition, a correlation coefficient of 0.861 and a determination coefficient of 74% were obtained, indicating that the influence of service quality on public satisfaction is classified as very strong
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PROGRAM PAKET C TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DI PKBM SUMBER ILMU KECAMATAN SUNGAI PANDAN Adella Zakiah; Jumaidi Jumaidi; Barkatullah Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 8 No. 1 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.8.1.2218

Abstract

Pendidikan nonformal mempunyai peran strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan formal secara optimal. Salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan nonformal yaitu Program Paket C yang dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Keberhasilan penyelenggaraan Program Paket C bukan cuman ditentukan oleh terselenggaranya proses pembelajaran, melainkan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada peserta didik. Penelitian ini tujuannya untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan Program Paket C terhadap kepuasan belajar peserta didik di PKBM Sumber Ilmu Kecamatan Sungai Pandan. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan tipe explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 96 peserta didik Program Paket C dan seluruhnya dijadikan sampel memakai teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi, sedangkan analisis data memakai uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji parsial (uji t), dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan belajar peserta didik dengan nilai t_hitung sebesar 4,467 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 33,851 + 0,330X, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 17,5%, yang menunjukkan bahwasanya kualitas pelayanan memberikan kontribusi terhadap kepuasan belajar sebesar 17,5%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pelayanan melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi tutor, kedisiplinan, serta pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif perlu menjadi prioritas dalam meningkatkan kepuasan belajar peserta didik.
EFEKTIVITAS PROGRAM INTERVENSI GIZI DI DESA PALIMBANGAN KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Della Wulandari; Jumaidi Jumaidi; Ahmad Baihaqi
Al Iidara Balad Vol. 8 No. 1 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.8.1.2221

Abstract

Upaya menekan angka stunting di Desa Palimbangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, terus dioptimalkan lewat pemanfaatan alokasi Dana Desa, meskipun operasional program Posyandu Balita di lapangan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman orang tua serta kendala koordinasi antarpihak. Studi deskriptif kualitatif ini bertujuan mengevaluasi tingkat efektivitas program intervensi gizi tersebut sekaligus memetakan faktor-faktor penentunya. Peneliti menjaring data melalui metode observasi, dokumentasi, serta wawancara bersama sebelas informan terpilih, lalu menguji validitasnya lewat teknik triangulasi demi menjamin keabsahan data ilmiah. Berdasarkan analisis terhadap lima indikator kinerja, kemampuan para kader dalam memantau tumbuh kembang anak serta mendistribusikan program pemberian makanan tambahan (PMT) dinilai sudah berjalan efektif. Kepuasan warga dan penyerapan anggaran pun tergolong baik, kendati angka kehadiran balita belum sepenuhnya maksimal. Secara mendasar, hambatan yang ada berakar dari rendahnya tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta kekeliruan pola asuh yang memicu minimnya kesadaran kesehatan. Namun, kendala tersebut berhasil diredam berkat sokongan kuat pemerintah desa, keaktifan tenaga medis, serta konsistensi kader kesehatan. Ke depan, bidan desa disarankan memperluas jangkauan penyuluhan nutrisi secara berkala, sementara para ibu didorong meningkatkan kepedulian terhadap sanitasi air bersih serta pola hidup sehat demi memutus rantai stunting.
IMPLEMENTASI PROGAM TRIBINA DI DESA PAMINTANGAN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Ahmad Shaufi; Jumaidi Jumaidi; Djayeng Turano Gunade
Al Iidara Balad Vol. 8 No. 1 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.8.1.2232

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh: Pertama, Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat pada program Tribina di Desa Pamintangan. Kedua, Keterbatasan sumber daya manusia. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan Program Tribina di Desa Pamintangan Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penentuan secara purposive sampling berjumlah 11 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Tribina di Desa Pamintangan Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dinilai kurang optimal diukur melalui model Donald P. Warwick yaitu : Pertama Sub-Variabel Kemampuan Organisasi indikator Kemampuan Teknis masih kurang optimal, Kemampuan Menjalin Hubungan masih kurang optimal, SOP yang sudah jelas. Kedua Sub-Variabel Informasi indikator Ketersediaan Data masih kurang optimal, Penyampaian Informasi sudah optimal. Ketiga Sub-Variabel Dukungan indikator Dukungan Birokrat sudah mendapat dukungan penuh dari pihak desa, Dukungan Masyarakat yang masih kurang optimal. Keempat Sub-Variabel Pembagian Potensi dengan indikator Distribusi Kekuasaan masih kurang optimal, Alokasi Sumber Daya yang sudah optimal. Adapun faktor pendukung dalam implementasi Program Tribina di Desa Pamintangan Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara diantaranya Pertama Ketersediaan Anggaran, Kedua Adanya Sarana dan Prasarana yang memadai, dan Ketiga Dukungan penuh oleh Pemerintah Desa Pamintangan terhadap pelaksanaan Program Tribina. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Pertama Rendahnya Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Pembinaan Keluarga, Kedua Kualitas Sumber Daya Manusia yang Relatif Kurang Memadai, Ketiga Kurangnya Pelatihan Kemampuan bagi Setiap Kader, Keempat Data belum diperbarui (updating data lemah). Saran dalam penelitian, untuk Kepala Desa Pamintangan agar melakukan pembaruan data dan selalu di perbarui secara berkala sekali setahun agar dapat membantu dalam perencanaan dan evaluasi program Tribina. Kepada Penyuluh KB Amuntai Utara untuk dapat mendorong peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan pembinaan kader secara langsung. Dan untuk kader Tribina agar memperkuat koordinasi dan kerja sama antar kelompok.
IMPLEMENTASI BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA: STUDI KASUS DESA RANTAWAN DAN DESA DATU KUNING Ani Ani; Jumaidi Jumaidi; Erwin Maulana
Al Iidara Balad Vol. 8 No. 1 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.8.1.2249

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Rantawan dan Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian berangkat dari belum meratanya informasi program, lambatnya pembaruan data penerima, penerimaan bantuan sosial secara bersamaan, dan rendahnya kesadaran administrasi sebagian penerima. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang dipilih secara purposif dari Dinas Sosial, pendamping sosial, pemerintah desa, dan keluarga penerima manfaat. Analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memperkuat kredibilitas melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPNT secara umum telah berjalan cukup baik. Informasi tersedia melalui saluran formal dan informal, tujuan kebijakan sesuai dengan kebutuhan pangan rumah tangga, partisipasi masyarakat cukup positif, dan pembagian tanggung jawab relatif jelas. Namun, pelaksanaan belum optimal karena sosialisasi tidak rutin, pemahaman masyarakat tidak seragam, verifikasi data lambat, sasaran belum sepenuhnya akurat, jaringan dan kartu bermasalah, pencairan terlambat, serta kewenangan desa terbatas dalam memperbaiki data pusat. Perbaikan perlu diarahkan pada komunikasi terjadwal, pembaruan data yang cepat dan transparan, penguatan dukungan teknis, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses.