Literasi Kesehatan sangat diperlukan oleh pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 untuk mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi mengenai pencegahan penyakit gagal ginjal kronik (PGK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan dalam upaya pencegahan PGK pada pasien DM tipe 2 di Kota Tegal. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 pasien yang direkrut dengan purposive sampling dari puskesmas di Kota Tegal. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner yang mengukur karakteristik responden, literasi kesehatan dalam pencegahan penyait ginjal kronis, akses informasi, dukungan keluarga, komunikasi dengan tenaga kesehatan dan efikasi diri. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi bivariat dan regresi linear berganda. Hasil menunjukan rata-rata skor literasi kesehatan adalah 42,4 ± 7,9 dari rentang teoristis 16-64. Dimensi memahami informasi memiliki rerata tertinggi (12,3 ± 2,0), sedangkan dimensi menilai informasi memperoleh rerata terendah (9,2 ± 2,7). Analisis multivariat menunjukan bahwa akses informasi (B=1,87; p<0,001), dukungan keluarga (B=1,21; p=0,008), komunikasi tenaga kesehatan (B=1,53; p=0,002), dan efikasi diri (B=2,08; p<0,001) berhubungan secara independen dengan literasi kesehatan. Efikasi diri memiliki koefisien terstandarterbesar dalam model (β=0,31). Penguatan efikasi diri, peningkatan akses terhadap informasi yang terpercaya, pelibatan keluarga serta komunikasi tenaga kesehatan yang mudah dipahami perlu di integrasikan ke dalam program edukasi pencegahan penyakit ginjal kronik di puskesmas.
Copyrights © 2026