Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Menggunakan Denver Developmental Screening Test Ii (Denver Ii) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (Kpsp) Khasan, Umar; Siska L. M.Kep. Sp.Kep.An, Gayuh; Oktiawati, Ns. Anisa
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan balita sangat penting agar tidak terjadi penyimpangan perkembangan balita, deteksi dini dilakukan untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan sejak dini. Untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan pada balita dapat menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test II (Denver II) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran perkembangan balita menggunakan Denver II dan KPSP di PAUD Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Mei –03 Juni tahun 2014. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 23 balita dengan usia 18 bulan sampai 66 bulan. Untuk mengetahui perbedaan pengukuran perkembangtan balita menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test II dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Conclusions Hasil penelitian menggunakan uji fisher’s exact test diperoleh hasil p value 0.676> α0.05 yaitu tidak ada perbedaan hasil yang signifikan antara pengukuran perkembangan balita menggunakan Denver Developmental Screening Test II dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan di PAUD Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Di Tk Aisyiyah Bustanul Atfal Desa Lebaksiu Lor Maulida, Selviana; L, Gayuh Siska; Oktiawati, Anisa
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cenderung diinterpretasikan sebagai gigi berlubang, padahal gigi dengan bercak putih atau coklat pun bisa disebut menderita karies. Karies gigi banyak diderita oleh anak-anak dikarenakan anak-anak belum memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Desa Lebaksiu Lor. Jenis penelitian adalah korelasi deskriptif dan dengan desain pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah siswa dan ibu siswa TK Aisyiyah kelompok A berjumlah 37 pasang ibu dan anak. Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 pasang. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat sosial ekonomi keluarga cukup sebanyak 15 responden (42,9%), siswa dengan tingkat pendidikan ibu pendidikan dasar sebanyak 30 responden (85,7%), siswa dengan tingkat konsumsi makanan kariogenik tinggi sebanyak 28 responden (80%), siswa dengan kebiasaan menyikat gigi buruk sebanyak 30 responden (85,7%), dan siswa yang menderita karies gigi sebanyak 30 responden (85,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan kejadian karies gigi anak (X2 11.181, p 0,004), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi anak (X2 20.572, p 0,001), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (X2 23.333, p 0,001) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies gigi (X2 35.000, p 0,001).
Menggunakan Denver Developmental Screening Test Ii (Denver Ii) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (Kpsp) Umar Khasan; Gayuh Siska L. M.Kep. Sp.Kep.An; Ns. Anisa Oktiawati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.439 KB)

Abstract

Perkembangan balita sangat penting agar tidak terjadi penyimpangan perkembangan balita, deteksi dini dilakukan untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan sejak dini. Untuk mengetahui adanya penyimpangan perkembangan pada balita dapat menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test II (Denver II) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran perkembangan balita menggunakan Denver II dan KPSP di PAUD Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Mei –03 Juni tahun 2014. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 23 balita dengan usia 18 bulan sampai 66 bulan. Untuk mengetahui perbedaan pengukuran perkembangtan balita menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test II dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Conclusions Hasil penelitian menggunakan uji fisher’s exact test diperoleh hasil p value 0.676> α0.05 yaitu tidak ada perbedaan hasil yang signifikan antara pengukuran perkembangan balita menggunakan Denver Developmental Screening Test II dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan di PAUD Desa Janegara Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Di Tk Aisyiyah Bustanul Atfal Desa Lebaksiu Lor Selviana Maulida; Gayuh Siska L; Anisa Oktiawati
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.506 KB)

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi yang cenderung diinterpretasikan sebagai gigi berlubang, padahal gigi dengan bercak putih atau coklat pun bisa disebut menderita karies. Karies gigi banyak diderita oleh anak-anak dikarenakan anak-anak belum memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Desa Lebaksiu Lor. Jenis penelitian adalah korelasi deskriptif dan dengan desain pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah siswa dan ibu siswa TK Aisyiyah kelompok A berjumlah 37 pasang ibu dan anak. Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 37 pasang. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat sosial ekonomi keluarga cukup sebanyak 15 responden (42,9%), siswa dengan tingkat pendidikan ibu pendidikan dasar sebanyak 30 responden (85,7%), siswa dengan tingkat konsumsi makanan kariogenik tinggi sebanyak 28 responden (80%), siswa dengan kebiasaan menyikat gigi buruk sebanyak 30 responden (85,7%), dan siswa yang menderita karies gigi sebanyak 30 responden (85,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan kejadian karies gigi anak (X2 11.181, p 0,004), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi anak (X2 20.572, p 0,001), terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (X2 23.333, p 0,001) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian karies gigi (X2 35.000, p 0,001).
SELF-CARE BEHAVIOR OF OUTPATIENTS IN CONTROLLING HYPERTENSION IN TEGAL CITY Sadar Prihandana; Gayuh Siska Laksananno; Agus Mulyadi
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 2, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.208 KB) | DOI: 10.31983/jahmt.v2i3.5870

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi semakin meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan dari tahun 2013 sebesar 25,8% mejadi 34,1% pada tahun 2018. Pasien hipertensi, harus memiliki kemampuan dalam merawat dirinya secara mandiri, berupa meminum obat yang diresepkan, melakukan kontrol tekanan darah secara berkala, memodifikasi diet, menurunkan berat badan, serta meningkatkan aktivitas. Perilaku yang baik menjadi hal utama dalam keberhasilan perawatan mandiri  pasien hipertensi. Perilaku yang rendah, erat kaitannya dengan peningkatan kekambuhan pasien, pasien akan menjalani rawat inap, penurunan kemampuan fungsional, penurunan kualitas hidup, dan kematian yang lebih awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perilaku pasien terhadap perawatan mandirinya. Desain penelitian ini deskriptif eksploratif yang dilakukan terhadap 250 responden yang terdaftar sebagai pasien rawat jalan di 8 Puskesmas di Kota Tegal. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2019. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisoner perilaku yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Hasil penelitian mendapatkan responden melakukan kontrol rutin ke puskesmas sebesar 66,3%; mengikuti kegiatan posbindu PTM Hipertensi sebesar 18%; dapat mengenal gejala dan penyebab kenaikan tekanan darah sebesar 21%; patuh minum obat sebesar 7,2%; aktivitas intensitas sedang (59,2%); rutin berolahraga sebesar 53,2%; IMT tingkat obesitas dan lebih sebesar 66,4%; melaksanakan diet yang dianjurkan dengan baik sebesar 41,2%; dan mengelola stress sebagian besar dengan cara beribadah (59,6%). Saran, perlu dilakukan peningkatan perilaku perawatan mandiri pasien terutama perihal pentingnya meminum obat, memodifikasi diet sesuai anjuran dan meningkatkan partisipasi keaktifan pasien dalam Posbindu PTM Hipertensi.
OVERVIEW OF NURSES IN THE PREVENTION AND CONTROL OF HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS (HAIS) AT KARDINAH Nurcholis Nurcholis; Gayuh Siska Laksanano; Hudinoto Eko Yudyarto; Agus Mulyadi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.675 KB) | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8032

Abstract

Background Nurses are most often in contact with patients, so that of all health workers, nurses are the most at risk of being exposed to various diseases. Objective: To identify the description of nurses in the prevention and control of health care associated infections (HAIs) in the emergency department of Kardinah Hospital, Tegal City. Methods: This research is a quantitative research using descriptive research methods. The sampling technique in this study used a total sampling of 40 Results: Data analysis showed that 90% of the emergency room and ICU nurses had high knowledge of the use of PPE, as many as 10% of nurses had a negative attitude in the use of PPE. The most reason for using PPE is to maintain personal safety and the most reason for not using PPE is because they are not used to it Conclusions and Suggestions: PPI provides socialization and information on the use of PPE according to hospital SOPs. IPCN is expected to be the right role model in the use of PPE, hospital management provides support and motivation to nurses to be more disciplined in the use of PPE to prevent HAIs.
ANALYSIS OF THE ROLE OF PARENTS IN OVERCOMING IMPACT HOSPITALIZATION IN PRE-SCHOOL AGE CHILDREN AT KARDINAH HOSPITAL TEGAL Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana; Agus Mulyadi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.219 KB) | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8033

Abstract

 Preschool age children will feel that being sick and being cared for is a form of punishment for children, because moral development is oriented towards punishment and obedience. Children who are cared for are considered as an event that can create stress in children. Stressors received by children during treatment can be in the form of an unfamiliar hospital environment, physical conditions such as pain and illness experienced, treatment procedures, and medical examinations. This can cause sleep disturbances, decreased appetite, and developmental disorders, so it can slow down the healing process. The results of the study at Raden Mattaher Hospital Jambi, found that 46.7 child respondents behaved poorly during the action and as many as 53.3% of the children showed good behavior during the action, with 36% of the respondents not accompanied by their parents and 63.3% accompanied by their parents during the action. Poor behavior shows the child being more aggressive, kicking, screaming. Parents as the closest people to children, have an important role in the hospitalization of children. The role of parents that can be done while the child is hospitalized is for parents to establish communication and collaboration with the health profession. The purpose of the study was to determine the relationship between parental participation and the impact of hospitalization on preschool-aged children who were treated at the hospital. The design of this study was a correlation study with a cross sectional approach which was conducted on 72 respondents. The research instrument used a questionnaire on the impact of hospitalization and parental participation which had been tested for validity and reliability. The results of the study found that there was no significant relationship between respondent characteristics, parental characteristics and parental participation with the impact of hospitalization. Suggestions, it is necessary to prepare both physically and psychologically so that parental participation can be carried out properly. Nurses in the pediatric ward should foster better relationships with parents and children and for policy makers in hospitals should establish policies in the implementation of nursing care involving parents Keywords: pre-school age children; participation of parents; impact of hospitalization
PENGARUH EDUKASI SENAM CUCI TANGAN TERHADAP KEBIASAAN CUCI TANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIARE Hendara Hendra; Gayuh Siska Laksananno; Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v3i1.10252

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan, jari-jemari menggunakan sabun dan air mengalir, bertujuan untuk memutus mata rantai kuman. Edukasi Senam CTPS adalah suatu senam atau gerakan didalamnya yang terdiri dari 6 langkah cuci tangan secara berurutan guna mempermudah pembelajaran cuci tangan dalam upaya pencegahan kasus diare pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental yaitu memberikan intervensi atau perlakuan pada subjek penelitian, kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis, dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu one group pretest and posttest dimana fokus pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol dengan jumlah responden sebanyak 85 siswa kelas IV, V dan VI. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan penskalaan dan metode observasi. Pada analisa data menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisa univariat didapatkan sebelum dilakukan edukasi cuci tangan dari 85 responden terdapat 29 responden atau 34% memiliki kebiasaan buruk. Setelah dilakukan edukasi senam cuci tangan semua responden memiliki kategori kebiasaan baik yaitu 85 responden atau 100%. Hasil analisa bivariat didapatkan p value 0,000 atau (0,05) yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan. Sebelum dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasaan respondel dalam menerapkan cuci tangan kategori buruk, sesudah dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasan cuci tangan responden kategori baik dan terdapat pengaruh edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan dalam upaya pencegahan diare siswa SD Negeri Poncomulyo.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA SADAR BEBAS THALASEMIA (SABET) Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Gayuh Siska Laksanano
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.434

Abstract

ABSTRACT Until now, thalassemia can not be cured and some of them require blood transfusions for life. However, we can prevent the occurrence of Thalassemia Major by preventing the occurrence of marriages between fellow carriers of Thalassemia trait. One way to support these efforts is to increase public knowledge and awareness followed by early detection efforts. Problems with thalassemia minor and intermediate sufferers are carriers or carriers of genes that are not realized by the public that can trigger an increase in thalassemia, public ignorance about this non-communicable disease of thalassemia needs to be done with education to increase awareness of the importance of early detection of thalassemia. The method used is education and mentoring of adolescents as role models and change agents in the community to increase awareness through education, evaluation is carried out by using a questionnaire to see the knowledge and attitudes of adolescents towards thalassemia. Results A volunteer team was formed from the students and youth of the standby village, Debong Kulon sub-district as SABET (Thalassemia-Free Awareness) educators. Conclusion: the delivery of information and education by students and youth in the village of standby, debong kulon village, shows that more than 80 percent of the knowledge and community have knowledge and attitudes that support the prevention of thalassemia. ABSTRAK Sampai saat ini penyakit Talasemia belum bisa disembuhkan dan beberapa jenis diantaranya memerlukan transfusi darah seumur hidup. Namun demikian, kita dapat mencegah terjadinya Talasemia Mayor dengan cara mencegah terjadinya pernikahan antar sesama pembawa sifat Talasemia. Sebagai salah satu cara mendukung upaya tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang diikuti dengan upaya deteksi dini. Permasalahan penderita thalassemia minor dan intermediate merupakan carier atau pembawa sifat gen yang tidak disadari oleh masyarakat dapat memicu peningkatan thalasemia, ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular thalassemia ini perlu dilakukan dengan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini thalassemia. Metode yang digunakan adalah Edukasi dan pendampingan remaja sebagai role model dan change agent di masyarakat untuk meningkatkatkan kesadaran melalui edukasi, evalasi dilakukan dengan sebaan kuesioner untuk melihat pengetahuan dan sikap remaja terhadap thalsemia. Hasil Terbentuk tim relawan dari mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon sebagai educator SABET (Sadar Bebas Thalassemia). Kesimpulan: Penyampain informasi dan edukasi oleh mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon menunnjukkan pengetahuan dan masyrakat lebih dari 80 persen memiliki pengetahuan dan sikap yang mendukung terhadap pencagahan thalsemia. Kata Kunci : Edukasi, Remaja, Thalasemia
STATUS KESEHATAN PASIEN HIPERTENSI PASCAPANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BANDUNG KOTA TEGAL Prihandana, Sadar; Laksananno, Gayuh Siska; Handayani, Trimar; Wijayanti, Anisa Catur
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.471

Abstract

Pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir dan memberi dampak terhadap perubahan aktivitas, stress emosional, dan kenaikan berat badan pasien hipertensi. Hal tersebut berpengaruh terhadap status kesehatan dan kesejahteraan pasien hipertensi. Tujuan penelitian adalah melihat bagaimana status tekanan darah, cakupan vaksinasi Covid-19, indeks massa tubuh, tingkat kecemasan, serta tingkat aktivitas pasien hipertensi pascapandemi Covid-19. Penelitian termasuk deskriptif eksploratif dilakukan terhadap 115 responden di Puskesmas Bandung Kota Tegal. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juni 2022. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter dan timbangan digital, pengukur tinggi badan, kuisioner data demograsi dan riwayat kesehatan, kuisioner STAI form-Y, dan kuisioner IPAQ-SF. Hasil penelitian mendapatkan tekanan darah responden berada di hipertensi tingkat 2 (87,0%), cakupan vaksinasi 2 dan boster sebesar 54,8%, IMT paling banyak tingkat obese (50,4%), tingkat kecemasan paling banyak tingkat sedang (66,1%), dan tingkat aktivitas paling banyak tingkat aktivitas tinggi (41,7%). Saran, perlu dilakukan peningkatan edukasi kepada pasien hipertensi terutama dalam mengontrol tekanan darah dan modifikasi diet serta meningkatkan partisipasi keaktifan pasien dalam kegiatan Posbindu PTM Hipertensi.