Articles
PENGARUH TERAPI ZIKIR TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HAEMODIALISA
Himawan, Fatchurozak;
Suparjo, Suparjo;
Cuciati, Cuciati
Journal of Holistic Nursing Science Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.985 KB)
|
DOI: 10.31603/nursing.v7i1.3036
Hemodialysis for patients with chronic kidney failure can cause anxiety that can change at any time and can end up being depressed. Dzikir provides a sense of calm, eliminates sadness and raises motivation for a better life and is able to reduce anxiety and depression. This study aims to determine the effect of morning and evening dhikr on the level of depression in kidney failure patients undergoing hemodialysis at Kardinah Tegal General Hospital. The research method used is quantitative research with a Quasi-experiment with (Non-Equivalent Control Group) Pretest Posttest design. The total sample of 40 respondents consisted of 20 respondents in the control group and 20 respondents in the intervention group. Sampling uses a technique purposive sampling. An Instrument for measuring depression with the Beck Depression Inventory (BDI) II. The results of the study showed a decrease in the level of depression in the intervention group with a Wilcoxon pre-post difference test value of 0.007. with an average score drop of 4.95 points. From 20 respondents there were 15 respondents who experienced a decrease in score with an average decrease in score of 11.83 points and 5 respondents experienced an increase in an average of 5 points. There was no effect of decreasing the level of depression in the control group with a Wilcoxon pre-post difference test value of 0.268. There was an increase in depression scores of 10 respondents and 9 respondents experienced a decrease with an average of 6.75 points. It can be concluded that dhikr therapy in the morning is not the only factor that can reduce the level of depression in hemodialysis respondents with kidney failure.
STRESS LEVELS FOR PEOPLE WITH DIABETES MELLITUS DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Dwi Uswatun Khasanah;
Fatchurrozak Himawan;
Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.262 KB)
|
DOI: 10.31983/juk.v1i1.8065
Since December 2019, Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) which first appeared in Wuhan, China has seen a rapid increase in cases and deaths worldwide, including Indonesia. Several studies have shown that diabetes is one of the most commonly reported co-morbidities in severe COVID-19 patients. This fact causes psychological problems for people with Diabetes Mellitus, one of which is stress. Prolonged stress can lead to poor glycemic control. Therefore, it is necessary to identify stress in people with Diabetes Mellitus. The purpose of the study was to obtain an overview of the stress level of people with Diabetes Mellitus. The design of this study was a quantitative research with a descriptive approach. The number of samples as many as 33 respondents with purposive sampling technique. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS)-10 questionnaire. The results of the study showed that most of the respondents had moderate stress levels (42.42%). The results of this study can be a reference for nurses in preventing and overcoming stress in people with Diabetes Mellitus.
STUDI LITERATUR : PENINGKATAN KESELAMATAN PASIEN DALAM DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN PASIEN MENGGUNAKAN EARLY WARNING SCORE
Moh. Projo Angkasa;
Suparjo .;
Sudirman .
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.539 KB)
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8513
Latar Belakang : EWS direkomendasikan sebagai alat untuk membantu pemantauan perubahan kondisi pasien. EWS telah dikembangkan di rumah sakit serta termasuk dalam salah satu hal yang dinilai dalam Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Dalam pelaksanaanya EWS masih memiliki beberapa kendala.Tujuan : Mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang efektivitas penggunaan EWS sebagai instrumen deteksi dini perburukan kondisi pasien.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur. Database yang digunakan adalah ProQuest, Pubmed, SINTA dan Google Scholar. Kata kunci dalam pencarian artikel adalah “Patient safety AND Early Warning Score”, “Patient Safety OR Early Warning Score” dan “Patient Safety AND Nursing”. Peneliti menemukan 8 artikel penelitian yang sesuai dengan topik penelitian. Artikel bersumber pada jurnal nasional maupun internasional, dapat diakses secara penuh, dan terpublikasi pada tahun 2016-2020. Artikel dianalisis sehingga ditemukan poin-poin yang sesuai dengan tujuan penelitian.Hasil : EWS merupakan instrumen identifikasi, monitoring perubahan fisiologis, dan dasar dalam menentukan rencana tindak lanjut bagi pasien. Perawat dalam hal ini berperan dalam melakukan pengkajian awal, monitoring kondisi pasien, dan memutuskan tindakan selanjutnya. Implementasi EWS di tatanan layanan kesehatan dapat mengurangi risiko perburukan, menurunkan insiden klinik, dan meningkatkan kemampuan deteksi perubahan fisiologis pasien.Kata Kunci : Early Warning Score; Kegawatdaruratan; Keselamatan Pasien
RESPON TIME PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
Nurcholis Nurcholis;
Hudinoto Eko Yudharto;
Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 2, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/juk.v2i2.9439
Latar Belakang Perawat paling sering berhubungan dengan pasien, sehingga dari semua petugas kesehatan perawatlah yang paling berisiko terpapar infeksi berbagai penyakit..Tujuan : Mengidentifikasi Gambaran Response Time Perawat Dalam Penanganan Pasien Di ..Instalasi Gawat Darurat RSUD Kardinah Kota Tegal.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling ber jumlah 38Hasil: Analisa data menunjukan bahwa Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 10 menit adalah sebanyak 93%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 10 – 20 menit adalah 5%. Perawat mulai melakukan tindakan ke pasien sejak pasien masuk di IGD dalam waktu 20 – 30 menit adalah 2%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan total responden perawat IGD di RSUD Kardinah melakukan tindakan yang baikKesimpulan dan Saran : Response Time tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum selama 30 hari diperoleh rata-rata 64.56 waktu 1 menit 4 detik, yang mana Response Time tenaga kesehatan di IGD Rumah Sakit Rumah Sakit Umum sudah sesuai Standart. Kata Kunci: Response Time , IGD, Perawat
PENGARUH EDUKASI SENAM CUCI TANGAN TERHADAP KEBIASAAN CUCI TANGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIARE
Hendara Hendra;
Gayuh Siska Laksananno;
Suparjo Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/juk.v3i1.10252
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan, jari-jemari menggunakan sabun dan air mengalir, bertujuan untuk memutus mata rantai kuman. Edukasi Senam CTPS adalah suatu senam atau gerakan didalamnya yang terdiri dari 6 langkah cuci tangan secara berurutan guna mempermudah pembelajaran cuci tangan dalam upaya pencegahan kasus diare pada anak sekolah dasar. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain pre-experimental yaitu memberikan intervensi atau perlakuan pada subjek penelitian, kemudian efek perlakuan tersebut diukur dan dianalisis, dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu one group pretest and posttest dimana fokus pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol dengan jumlah responden sebanyak 85 siswa kelas IV, V dan VI. Kuesioner pada penelitian ini menggunakan penskalaan dan metode observasi. Pada analisa data menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisa univariat didapatkan sebelum dilakukan edukasi cuci tangan dari 85 responden terdapat 29 responden atau 34% memiliki kebiasaan buruk. Setelah dilakukan edukasi senam cuci tangan semua responden memiliki kategori kebiasaan baik yaitu 85 responden atau 100%. Hasil analisa bivariat didapatkan p value 0,000 atau (0,05) yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan. Sebelum dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasaan respondel dalam menerapkan cuci tangan kategori buruk, sesudah dilakukan edukasi senam cuci tangan kebiasan cuci tangan responden kategori baik dan terdapat pengaruh edukasi senam cuci tangan terhadap kebiasaan cuci tangan dalam upaya pencegahan diare siswa SD Negeri Poncomulyo.
HUBUNGAN TERAPI SUPORTIF VITAMIN E DAN ASAM FOLAT TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN PENYANDANG THALASEMIA RSUD KOTA TEGAL
Himawan, Fatchurrozak;
Suparjo, Suparjo;
Fatkhiyah, Natiqotul
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i2.2159
Thalasemia adalah kelainan darah bawaan (yaitu diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen) yang disebabkan ketika tubuh tidak menghasilkan cukup protein yang disebut hemoglobin, yang merupakan bagian penting dari sel darah merah. Ketika hemoglobin (Hb) tidak mencukupi, sel darah merah tubuh tidak berfungsi dengan baik dan hanya bertahan dalam jangka waktu yang lebih singkat, sehingga lebih sedikit sel darah merah sehat yang mengalir dalam aliran darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin E dan Asam folat terhadap perubahan kadar haemoglobin pada Penyandang Thalasemia di RSUD kota Tegal. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode deskriptif korelasi. Jumlah sampel sebanyak 30 orang terdiri atas 15 orang pada kelompok intervensi yang mendapatkan intervensi pemberian vitamin E dan asam folat dan 15 orang pada kelompok kontrol. Hasil : Ada hubungan konsumsi vitamin E dan asam folat terhadap kadar Hb penyandang thalasemia dengan p value 0,021.
Uji Sensitivitas dan Spesifitas Gula Darah Puasa Kapiler Sebagai Prediktor Prediabetes
Deddy Utomo;
Dwi Uswatun Khasanah;
Fatchurrozak Himawan;
Suparjo Suparjo
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2021): JIK-Oktober Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33757/jik.v5i2.441
Prediabetes merupakan kondisi sementara sebelum diabetes yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Prediabetes meliputi Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) dan/ atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Pemeriksaan GDPT maupun TGT dapat menggunakan sampel darah vena maupun kapiler. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai sensitivitas dan spesifitas pemeriksaan gula darah puasa menggunakan sampel darah kapiler. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Total sampling dilakukan pada penyandang prediabetes tahun 2016 di Kota Tegal sebanyak 93 orang. Analisis yang digunakan tabel 2x2 dan ROC. Hasil penelitian menunjukan nilai sensitivitas sebesar 50% dan spesifitas 98% serta nilai AUC 78,6. dengan nilai prosentase tersebut penggunaan sampel darah kapiler sebagai predictor prediabetes dapat direkomendasikan. Pengunaan sampel darah kapiler akan dapat mengurangi rasa sakit saaat pengambilan sampel dan memiliki akurasi yang cukup baik (nilai AUC 0,786)
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG THALASSEMIA PADA GENERASI MUDA: STUDI PADA SISWA SMA DAN MAHASISWA KEPERAWATAN TINGKAT AWAL
Himawan, Fatchurrozak;
Suparjo, Suparjo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/juk.v4i2.12492
Thalassemia merupakan kelainan genetik autosomal resesif yang berdampak pada produksi hemoglobin. Pengetahuan tentang thalassemia pada generasi muda menjadi penting dalam upaya pencegahan kelahiran anak dengan thalassemia mayor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan thalassemia pada siswa SMA kelas 3 dan mahasiswa keperawatan tingkat awal. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, terdiri dari 70 siswa SMA dan 30 mahasiswa keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dengan kontribusi masing-masing 30% dari mahasiswa keperawatan dan 37% dari siswa SMA. Sebanyak 17% memiliki pengetahuan sedang, dan 16% memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini menggarisbawahi perlunya edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai thalassemia.Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong perilaku self-care, seperti skrining pranikah, sebagai upaya memutus rantai kelahiran generasi dengan thalassemia. Studi ini merekomendasikan program edukasi terstruktur dan kolaboratif antara lembaga pendidikan dan layanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya pencegahan thalassemia.
EFEKTIFITAS INTERVENSI AKUPRESURE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI
Suparjo, Suparjo;
Mulyadi, Agus;
Supriyo, Supriyo
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/juk.v4i2.12491
Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya yang tinggi dan terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bandung Kota Tegal. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 orang, dengan 20 orang pada kelompok intervensi yang menerima terapi akupresur dan 20 orang pada kelompok kontrol. Hasil menunjukkan mayoritas responden pada kelompok intervensi berjenis kelamin perempuan (80%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Usia terbanyak pada kelompok intervensi adalah 50-60 tahun (55%), dan pada kelompok kontrol 30-49 tahun (60%). Tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi menurun dari 152 ± 11,0 mmHg menjadi 145 ± 11,5 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik menurun dari 96 ± 9,0 mmHg menjadi 91 ± 8,5 mmHg (p=0,002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi.
PENGARUH PENDEKATAN EDUKASI SPRITUAL MUSLIM TERHADAP MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL DIMASA PANDEMI COVID-19 DI RUANG HAEMODIALISA RSUD KOTA TEGAL
Suparjo Suparjo;
Fatchurrozak Himawan;
Dwi Uswatun Khasanah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v14i1.431
Pasien Gagal Ginjal Kronis memiliki Ketergantungan pada terapi haemodialisis seumur hidupnya dan dapat mengakibatkan terjadinya perubahan pada kemampuan untuk menjalani fungsi kehidupan sehari-hari. Dampak secara psikologis akan menimbulkan rasa khawatir dan bisa menjadi stres Sehingga pasien memerlukan mekanisme penyelesaian masalah atau koping yang adaptif untuk dapat mengurangi atau mengatasi stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendekatan edukasi spritual terhadap mekanisme koping pasien gagal ginjal. Desain penelitian quasi eksperimental pre test-post test with control group. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner koping untuk mengetahui mekanisme koping pada saat pre test dan post test intervensi. Jumlah sampel sebanyak 66 orang terdiri atas 33 orang pada kelompok intervensi yang mendapatkan pendekatan edukasi spritual dan 33 orang pada kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden adalah laki-laki sebanyak 37 (56,06%), pendidikan SD sebanyak 24 (36,36%), tidak bekerja sebanyak 30 (45,45%), lama haemodialisa terbanyak 13-36 bulan sebanyak 22 (33,33). Rata-rata usia responden 48,9 tahun dengan usia termuda 20 tahun dan usia tertua 72 tahun. Rata-rata mekanisme koping adalah 47,81 dengan skor minimal 28 dan skor tertinggi 70. Terdapat perbedaan yang bermakna mekanisme koping pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi spritual muslim (p value 0,048). Demikian pulapada kelompok kontrol terdapat perbedaan bermakna mekanisme koping sebelum dan sesudah (p value 0,035). Hasil uji Independen T-test didapatkan perbedaan yang bermakna peningkatan mekanisme koping pasien gagal ginjal antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p value 0,016). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian edukasi spritual muslim terhadap mekanisme koping pasien gagal ginjal