Kegiatan budidaya ikan hias di Indonesia memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan, terutama pada komoditas ikan tertentu dengan harga jual yang relatif tinggi. Usaha budidaya ikan hias mampu memberikan keuntungan karena permintaan pasar yang semakin meningkat. Kualitas air merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan budidaya ikan hias, salah satunya yaitu kandungan amonia dalam media budidaya. Amonia merupakan produk metabolisme nitrogen yang paling banyak diproduksi oleh ikan dan memiliki sifat toksik pada batas tertentu. Selain dari hasil metabolisme pakan yang mengandung nitrogen dan sisa pakan yang tidak termakan, amonia juga berasal dari dekomposisi organisme mati yang terdapat pada media budidaya. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan manfaat bioremediasi dengan mikroalga Chlorella sp. yang efektif dan efisien karena mampu meremediasi sisa metabolisme ikan berupa amonia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Perairan FPIK Universitas Padjadjaran pada rentang waktu 3-15 Juni 2024, dengan pengujian kadar amonia selama lima hari berturut-turut menggunakan metode spektrofotometri. Dengan hasil yang didapat yaitu Chlorella Bag dengan perlakuan 1:1000 efisien dalam meremediasi kandungan amonia selama masa pengujian lima hari dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Copyrights © 2026