Daging buah pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan bagian terbesar dari buah pala, tetapi pemanfaatannya masih terbatas dibandingkan biji dan fuli yang telah lama dimanfaatkan sebagai sumber minyak atsiri. Padahal, daging buah pala mengandung berbagai senyawa volatil yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Artikel tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji potensi minyak atsiri daging buah pala sebagai sumber senyawa bioaktif dengan menitikberatkan pada komposisi kimia, aktivitas antioksidan, aktivitas antimikroba, serta keterkaitan antara komposisi kimia dan bioaktivitasnya. Kajian dilakukan melalui sintesis berbagai artikel ilmiah primer dan artikel tinjauan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa minyak atsiri daging buah pala didominasi oleh monoterpena hidrokarbon, monoterpena teroksigenasi, dan fenilpropanoid, dengan komponen utama antara lain α-pinena, β-pinena, limonena, terpinen-4-ol, α-terpineol, dan miristisin. Minyak atsiri tersebut menunjukkan aktivitas antioksidan berdasarkan metode DPPH serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif, meskipun aktivitas antijamurnya relatif terbatas. Variasi komposisi kimia dan bioaktivitas dipengaruhi oleh asal bahan, metode pengeringan, dan teknik isolasi sehingga optimasi proses menjadi faktor penting dalam menghasilkan minyak atsiri bermutu baik. Secara keseluruhan, daging buah pala berpotensi dikembangkan sebagai sumber minyak atsiri alami untuk aplikasi pangan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menstandardisasi metode isolasi dan pengujian bioaktivitas, mengkaji hubungan komposisi kimia dengan aktivitas biologis, serta mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaannya pada sistem pangan.
Copyrights © 2026