Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, laba bersih, dan leverage terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Dari populasi 121 perusahaan, sampel ditetapkan melalui purposive sampling sehingga diperoleh 20 perusahaan dengan 100 unit observasi. Kebijakan dividen diukur dengan dividend payout ratio (DPR), kepemilikan institusional dengan persentase saham yang dimiliki institusi, laba bersih dengan return on assets (ROA), dan leverage dengan debt to equity ratio (DER). Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan EViews 12, dan random effect model terpilih sebagai model terbaik berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemilikan institusional dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan laba bersih berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen dengan nilai adjusted R-squared sebesar 14,97%. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba menjadi pertimbangan utama dalam pembagian dividen, sedangkan struktur kepemilikan institusional dan beban utang belum cukup memengaruhi kebijakan tersebut.
Copyrights © 2026