ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi tenis lapangan memerlukan kesempatan praktik yang memadai agar peserta didik dapat mengembangkan keterampilan pukulan forehand dan backhand melalui pengulangan gerak yang terarah. Namun, pelaksanaan pembelajaran dalam kelas dengan jumlah peserta didik yang besar berpotensi menimbulkan keterbatasan waktu praktik dan waktu tunggu. Penelitian ini berfokus pada implementasi alat drill otomatis dalam pembelajaran PJOK serta perubahan hasil belajar peserta didik berdasarkan pengukuran sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian dirancang dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan pembelajaran menggunakan alat drill otomatis sebagai sarana pemberian umpan bola berulang pada materi tenis lapangan. Subjek penelitian berjumlah 138 peserta didik yang berasal dari tiga kelas, yaitu kelas A sebanyak 45 peserta didik, kelas B sebanyak 46 peserta didik, dan kelas C sebanyak 47 peserta didik. Data yang tersedia berupa skor pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan rata-rata nilai, selisih skor, dan ketuntasan belajar berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 78. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 62,50 pada pretest menjadi 80,00 pada posttest, dengan selisih sebesar 17,50 poin. Sebanyak 98 peserta didik (71,01%) mencapai KKM, sedangkan 40 peserta didik (28,99%) belum mencapai KKM. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan skor setelah pembelajaran pada data yang dianalisis. Dengan demikian, alat drill otomatis berpotensi menjadi sarana pendukung pembelajaran tenis lapangan dalam PJOK. ABSTRACT Physical Education, Sports, and Health (PJOK) instruction in tennis requires adequate opportunities for students to develop forehand and backhand skills through structured and repeated practice. However, in classes with large numbers of students, limited practice time and extended waiting periods may reduce opportunities for active participation. This study focuses on the implementation of an automatic tennis drill machine in PJOK instruction and examines changes in students’ learning outcomes based on pretest and posttest scores. The study was designed as Classroom Action Research (CAR), which involves planning, action, observation, and reflection. The instructional intervention involved using an automatic drill machine to deliver repeated ball feeds during tennis lessons. The participants comprised 138 students from three classes: Class A (45 students), Class B (46 students), and Class C (47 students). The available data consisted of pretest and posttest scores, which were analyzed descriptively by calculating mean scores, score differences, and learning mastery based on the minimum mastery criterion of 78. The results showed that the mean score increased from 62.50 on the pretest to 80.00 on the posttest, representing an increase of 17.50 points. A total of 98 students (71.01%) achieved the minimum mastery criterion, while 40 students (28.99%) did not. These findings indicate an increase in scores following the instructional process in the analyzed data. Therefore, an automatic tennis drill machine may serve as a supportive instructional tool for tennis lessons in PJOK. However, because cycle-specific scores, observation records, and reflection reports were not available, the effectiveness of the intervention in each individual cycle cannot yet be determined.
Copyrights © 2026