Artikel ini membahas program pendampingan dan workshop "UMKM Go Digital" yang dilaksanakan di RW 08 Kelurahan Bendul Merisi sebagai upaya mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tersebut telah memiliki akses telepon pintar dan internet, pemanfaatannya masih terbatas pada komunikasi dasar dan belum dioptimalkan untuk pemasaran digital. Program ini melibatkan 6 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha (kuliner, kerajinan tangan, fashion, dan jasa) yang dipilih secara purposif, dan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif selama 40 hari (JuniāJuli 2026) dalam empat tahapan: survei awal, pelaksanaan workshop, pendampingan pasca-workshop, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha seperti penyusunan katalog produk digital, pembuatan video promosi, dan implementasi QRIS sebagai sistem pembayaran digital efektif meningkatkan kapasitas komunikasi pemasaran digital UMKM. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM ditentukan bukan hanya oleh akses teknologi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola komunikasi digital secara strategis, didukung oleh kombinasi peningkatan kompetensi digital, pendampingan berkelanjutan, dan strategi komunikasi pemasaran yang tepat.
Copyrights © 2026