Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti stroke hingga kematian. Penatalaksanaan hipertensi dibagi menjadi dua yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rebusan daun seledri terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sidorahayu Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Metode yang digunakan non-equivalent control group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 52 responden dengan teknik purposive sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol dengan masing-masing kelompok berjumlah 26 orang. Kelompok intervensi mendapat rebusan daun seledri dengan dosis 2x200 ml/ hari dan tetap rutin minum obat sedangkan kelompok kontrol rutin minum obat sesuai progam puskesmas dengan durasi interval selama 2 hari. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Withney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan sistolik 19,11 mmHg dan diastolik 7,03 mmHg. Kelompok kontrol mengalami penurunan sistolik 2,88 mmHg dan diastolik 1,66 mmHg. Hasil uji Mann Withney menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p < 0,001. Rebusan daun seledri berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah. Sehingga terapi non-farmakologis rebusan daun seledri ini dapat dijadikan terapi komplementer pengelolaan hipertensi.
Copyrights © 2026