Merokok pada usia remaja memicu penyakit degeneratif seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan perilaku berisiko lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di Desa Bukti sebagai upaya pencegahan dini PPOK. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini melibatkan 200 remaja laki-laki berusia 15–18 tahun yang dipilih secara simple randomcsampling pada Mei–Juni 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berpengetahuan baik mengenai bahaya merokok sebesar 59,0% (n=118), sedangkan 41,0% (n=82) berpengetahuan kurang. Proporsi perilaku merokok dan tidak merokok terbagi seimbang, masing-masing sebesar 50,0% (n=100). Responden berpengetahuan baik mayoritas tidak merokok (83,1%), sedangkan responden berpengetahuan kurang hampir seluruhnya merokok (97,6%). Hasil uji Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok (p < 0,001). Semakin baik pengetahuan mengenai bahaya merokok, semakin rendah kecenderungan remaja untuk merokok. Intervensi edukasi keperawatan komunitas secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk menekan angka perokok remaja serta mencegah risiko PPOK di masa depan.
Copyrights © 2026