Ketidakpatuhan terhadap obat antituberkulosis (OAT) meningkatkan risiko kegagalan terapi, penularan berkelanjutan, dan resistansi obat. Pengetahuan, stres persepsian, dan dukungan keluarga belum banyak dianalisis secara terpadu pada pasien TB paru di RSUD Luwuk. Tujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan kepatuhan minum OAT. Metode penelitian observasional analitik potong lintang dilaksanakan pada Januari-April 2026. Seluruh 30 pasien yang memenuhi kriteria diikutkan melalui total sampling. Pengetahuan diukur dengan kuesioner 20 butir, stres dengan Perceived Stress Scale-10, dukungan keluarga dengan kuesioner 10 butir, dan kepatuhan berdasarkan dosis yang diminum selama 30 hari. Analisis menggunakan Fisher exact, Fisher-Freeman-Halton, Mann-Whitney, dan regresi logistik sederhana. Hasil sebanyak 17 responden (56,7%) patuh. Kepatuhan lebih tinggi pada pengetahuan skor ≥12 (90,0%; p=0,017) dan dukungan keluarga skor ≥35 (80,0%; p<0,001), serta menurun dari stres rendah (90,0%) ke sedang (53,3%) dan tinggi (0,0%; p=0,003). Simpulan pengetahuan dan dukungan keluarga yang lebih tinggi serta stres yang lebih rendah berhubungan dengan kepatuhan. Pengkajian keperawatan perlu mengintegrasikan edukasi, skrining stres, dan pelibatan keluarga.
Copyrights © 2026