Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cucumber Juice Therapy as a Non-Pharmacological Intervention for Hypertension Patients: A Case Study in South Konja, Majene Regency Nurwahita; Moh. Wafri Matorang; Helmi Juwita; Muhammad Qasim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2515

Abstract

Hypertension is one of the most common non-communicable diseases and a major risk factor for cardiovascular morbidity and mortality. Non-pharmacological interventions, such as herbal remedies, are increasingly considered as alternatives to medication, especially among the elderly. This study aimed to determine the effect of cucumber juice on lowering blood pressure in hypertensive patients. The study used a quantitative descriptive method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. It was conducted in Dusun Konja Selatan, Pamboborang Village, Majene Regency, involving three respondents who were not taking antihypertensive drugs. Each participant consumed 200 ml of cucumber juice once daily for three non-consecutive days. Blood pressure was measured before and 30–60 minutes after consumption. Results showed a consistent reduction in systolic and diastolic blood pressure across all respondents, with decreases ranging from 10 to 40 mmHg. Respondents also reported feeling more relaxed and experiencing improved urination. These findings support the potential of cucumber juice as a complementary therapy for hypertension due to its high potassium, magnesium, and water content, which promote diuretic and vasodilatory effects. In conclusion, cucumber juice may be a practical, safe, and accessible non-pharmacological option for managing hypertension, particularly in community health settings.
Efektifitas Model Pendidikan Seksual Komprehensif melalui Pendekatan Budaya Suku Pamona terhadap Pencegahan Seksual Pranikah Remaja SMA dan SMK Kabupten Poso Fauziah H. Tambuala; Dwi Debi Tampa’i; Fany Lairin Djala; Moh. Wafri Matorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52705

Abstract

Perilaku sosial pranikah merupakan aktivitas yangv memiliki dampak salah satunya adalah penyakit menular seksual. Pendekatan budaya suku Pamona merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona pada remaja SMA dan SMK di kabupaten poso agar dapat mencegah seksual pranikah pada remaja. Metode penelitian : menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel 92 responden (kelompok intervensi 46 dan kelompok kontrol 46). Instrument menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Independen Sample t test. Hasil penelitian : menunjukkan ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah dengan p value= 0,000 Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah remaja.
Edukasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Serai Sebagai Terapi Komplementer Pencegahan Hipertensi di Dusun Konja Selatan Nurwahita; Matorang, Moh. Wafri; Juwita, Helmi
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i4.129

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Upaya preventif melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal menjadi salah satu strategi promotif kesehatan yang potensial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat jahe sebagai terapi komplementer pencegahan hipertensi, sekaligus memberikan pelatihan pembuatan minuman herbal jahe. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan perilaku pencegahan dengan pendekatan CERDIK dan PATUH, menggunakan media edukasi berupa leaflet dan booklet, serta demonstrasi pembuatan minuman herbal, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui refleksi verbal peserta. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Konja Selatan pada Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan edukasi dan demonstrasi ini. Peserta mampu mengikuti proses pembuatan minuman herbal jahe dan memahami manfaatnya untuk kesehatan. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait terapi herbal pencegahan hipertensi dan dapat menjadi program berkelanjutan di komunitas.Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi yang sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN EFIKASI DIRI PASIEN TB PARU YANG MENJALANI PENGOBATAN DI POLIKLINIK PARU : FAMILY SUPPORT AND SELF EFFICACY OF PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS UNDERGOING TREATMENT AT THE PULMONARY CLINIC Nining Nirmalasari; Mohammad Wafri Matorang; Detrina F. Uramako
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i2.413

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga yang berperan dalam meningkatkan efikasi diri pasien. Efikasi diri yang baik dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan mengurangi risiko putus obatPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan efikasi diri pasien TB paru yang menjalani pengobatan di Poliklinik Paru RSUD Poso. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 44 pasien TB paru yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang baik (79,5%), dan mayoritas memiliki efikasi diri yang tinggi (88,6%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan efikasi diri pasien TB paru (p= <0,001). Pasien dengan dukungan keluarga yang baik memiliki efikasi diri lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki dukungan keluarga kurang. Perawat dan tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif dalam mengedukasi keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam proses penyembuhan. Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a global health challenge, particularly in developing countries such as Indonesia. The success of TB treatment is influenced by various factors, one of which is family support, which enhances patients’ self-efficacy. Good self-efficacy can improve patients’ adherence to treatment and reduce the risk of treatment discontinuation. This study analyzes the relationship between family support and self-efficacy in pulmonary TB patients undergoing treatment at the Pulmonary Clinic of RSUD Poso. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The research sample comprised 44 pulmonary TB patients selected using simple random sampling. Data were collected through interviews using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using Fisher’s exact test. The results showed that most patients received good family support (79.5%), and most had high self-efficacy (88.6%). Statistical analysis indicated a significant relationship between family support and self-efficacy in pulmonary TB patients (p< 0.001). Patients with good family support had higher self-efficacy than those with lower family support. Nurses and healthcare professionals are expected to be more active in educating patients’ families about the importance of their support in the healing process.