Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3

Analisis faktor risiko keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru

Gabriella Trixie Riva Rorimpandey (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Afnal Asrifuddin (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)
Budi Tarmady Ratag (Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2026

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a serious global health challenge, with Indonesia ranking second in the world for TB cases. Successful treatment is crucial to prevent drug resistance, break the chain of transmission, and reduce mortality. Purpose: To analyze risk factors for successful pulmonary tuberculosis treatment. Method: This quantitative study used a case-control design. The study population was all pulmonary TB patients registered at the Tuminting Community Health Center in 2024. The sample consisted of 44 participants divided into a case group (11 participants who discontinued treatment) and a control group (33 participants who recovered) with a ratio of 1.3. Data collection was conducted through interviews using a questionnaire. Results: A significant relationship was found between medication adherence and treatment success. Patients who adhered to the treatment schedule and dosage had a significantly greater chance of being declared cured. Furthermore, PMO was not associated with treatment success. Conclusion: Medication adherence and active support from treatment supervisors are key risk factors determining the success of pulmonary TB treatment. Efforts to improve education and direct supervision are crucial to achieving this goal.   Keywords: Monitoring of Drug Consumption; Pulmonary Tuberculosis; Treatment Compliance; Treatment Success.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menkadi tantangan kesehatan global yang serius, di mana Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Keberhasilan pengobatan sangat krusial untuk mencegah resistensi obat, memutus rantai penularan, dan menurunkan angka kematian. Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang terdaftar di Puskesmas Tuminting tahun 2024. Sampel terdiri dari 44 partisipan yang dibagi menjadi kelompok kasus (11 partisipan yang putus obat) dan kelompok kontrol (33 partisipan yang sembuh) dengan rasio 1.3. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil: Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan keberhasilan pengobatan. Pasien yang patuh mengikuti jadwal dan dosis obat memiliki peluang jauh lebih besar untuk dinyatakan sembuh. Selain itu, PMO tidak memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan. Simpulan: Kepatuhan minum obat dan dukungan aktif dari pengawas menelan obat merupakan faktor risiko utama yang menentukan keberhasilan pengobatan TB paru. Upaya peningkatan edukasi dan pengawasan langsung sangat diperlukan untuk mencapai target.   Kata Kunci: Keberhasilan Pengobatan; Kepatuhan Minum Obat; Pengawas Menelan Obat; Tuberkulosis Paru.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...