Holistik Jurnal Kesehatan
Vol. 20 No. 3 (2026): Volume 20 Nomor 3

Efek ekstrak kombinasi brokoli dan pegagan (brogandi) terhadap kualitas tidur lansia

Siti Nisrina Raihani (Program Studi Keperawatan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia)
Lisna Anisa Fitriana (Program Studi Keperawatan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia)
Slamet Rohaedi (Program Studi Keperawatan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia)
Agni Laili Perdani (Program Studi Keperawatan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2026

Abstract

Background: Sleep quality tends to decline with age, and sleep disorders are common among the elderly. Poor sleep quality in the elderly can negatively impact physical health, cognitive function, and overall quality of life. Herbal-based interventions are increasingly being developed as safer alternatives to pharmacological therapy. Broccoli (Brassica oleracea var. italica) contains sulforaphane, a compound with antioxidant activity, while gotu kola (Centella asiatica) is known to have neuroprotective and anxiolytic effects that could potentially help improve sleep quality. Purpose: To determine the effect of a combination of broccoli and pegagan extracts in improving sleep quality in the elderly. Method: This study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach with a control group. Therefore, the study was conducted at Griya Lansia Garut, West Java. However, 36 elderly people were selected using a purposive sampling technique and divided into an intervention group and a control group (18 respondents each). However, the intervention group was given a combination supplement of broccoli and pegagan extract (brogandi) at a dose of 500 mg per capsule, four capsules per day for six weeks. Then, sleep quality was measured using the pittsburgh sleep quality index (PSQI). Furthermore, data analysis was performed using the wilcoxon signed-rank test. Results: The intervention group showed a significant improvement in sleep quality. The mean PSQI score decreased from 9.06±2.07 to 5.44±1.25 (Z = −3.65: p<0.001). In contrast, the control group showed no significant change (p = 0.317). Conclusion: The combination of broccoli (brassica oleracea) and pegagan (centella asiatica) extracts is effective in improving sleep quality in the elderly and has the potential to be an alternative non-pharmacological intervention to overcome sleep disorders in the elderly population. Suggestion: Develop a study related to the use of a combination of broccoli (brassica oleracea) and pegagan (centella asiatica) extracts with a larger sample size and a longer intervention period in order to obtain a more comprehensive picture of its effectiveness in improving sleep quality in the elderly.   Keywords: Broccoli; Elderly; Gotu Kola; Sleep Quality.   Pendahuluan: Kualitas tidur cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan gangguan tidur sering dialami oleh lansia. Kemudian, kualitas tidur yang buruk pada lansia dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, fungsi kognitif, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Intervensi berbasis herbal mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan terapi farmakologis. brokoli (brassica oleracea var. italica) mengandung senyawa sulforaphane yang memiliki aktivitas antioksidan, sedangkan pegagan (centella asiatica) diketahui memiliki efek neuroprotektif dan ansiolitik yang berpotensi membantu meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui efek kombinasi ekstrak brokoli dan pegagan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest dengan kelompok kontrol, dilakukan di Griya Lansia Garut, Jawa Barat. Sebanyak 36 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol (masing-masing 18 partisipan). Kelompok intervensi diberikan suplemen kombinasi ekstrak brokoli dan pegagan (brogandi) dengan dosis 500 mg per kapsul sebanyak 4 kapsul per hari selama 6 minggu. Kualitas tidur diukur menggunakan pittsburgh sleep quality index (PSQI) dan analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon signed-rank. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan dengan rata-rata skor PSQI menurun dari 9.06±2.07 menjadi 5.44±1.25 (Z = −3.65:p<0.001). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0.317). Simpulan: Kombinasi ekstrak brokoli (brassica oleracea) dan pegagan (centella asiatica) efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia dan berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan tidur pada populasi lansia. Saran: Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian terkait penggunaan kombinasi ekstrak brokoli (brassica oleracea) dan pegagan (centella asiatica) dengan jumlah sampel yang lebih besar serta waktu intervensi yang lebih panjang agar dapat memperoleh gambaran efektivitas yang lebih komprehensif terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia.   Kata Kunci: Brokoli; Kualitas Tidur; Lansia; Pegagan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hjk

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...