Monumen Pancasila Sakti dan kawasan Lubang Buaya merupakan media penyampaian narasi sejarah G30S/PKI 1965 pada masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam representasi visual monumen menggunakan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui dokumentasi visual dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa patung Pahlawan Revolusi, diorama, dan sumur Lubang Buaya merepresentasikan kepahlawanan, pengorbanan, serta ancaman terhadap ideologi negara. Representasi tersebut berkaitan dengan narasi sejarah Orde Baru dan pembentukan memori kolektif. Namun, narasi monumen tidak sepenuhnya mencakup beragam pengalaman masyarakat terhadap peristiwa 1965.
Copyrights © 2026