Pertumbuhan penduduk di Kota Bandung meningkatkan mobilitas manusia, barang, dan jasa yang tidak diimbangi dengan kapasitas prasarana jalan. Sekitar 70% perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, dengan pertumbuhan kendaraan lebih dari 10% per tahun, sementara pertumbuhan jalan kurang dari 1%. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan transportasi dan kemacetan, salah satunya pada simpang bersinyal Jalan Soekarno Hatta–Jalan Kiara Condong yang merupakan akses utama menuju Bandung Pusat dan berada di kawasan permukiman padat serta komersial. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang dan mengidentifikasi faktor penyebab kepadatan lalu lintas. Metode yang digunakan adalah survei lapangan untuk memperoleh data volume lalu lintas, geometrik jalan, hambatan samping, dan waktu sinyal. Hasil analisis menunjukkan derajat kejenuhan tertinggi terjadi di kaki simpang Soekarno Hatta Timur (Dj = 1,03) dengan tingkat pelayanan LOS F. Penerapan waktu siklus optimum 172 detik, dibandingkan kondisi eksisting 272 detik, mampu menurunkan derajat kejenuhan dan panjang antrian serta meningkatkan tingkat pelayanan simpang.
Copyrights © 2027