Digitalisasi pembukuan menjadi salah satu alternatif untuk membantu UMKM meningkatkan keteraturan pencatatan transaksi, tetapi penerapannya tidak selalu berlanjut setelah teknologi diperkenalkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi pelaku UMKM dalam mengenal, mencoba, dan mengadopsi pembukuan digital serta menggambarkan proses penerimaan teknologi berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Kegiatan dilaksanakan pada 10 UMKM di Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melalui pendampingan secara door-to-door pada 21 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan melalui identifikasi kondisi awal, sosialisasi, demonstrasi, praktik penggunaan aplikasi BukuWarung dan BukuKas, serta monitoring hingga 29 Agustus 2026. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan aspek perceived ease of use, perceived usefulness, behavioral intention, dan actual use melalui observasi, wawancara singkat, praktik, dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar mitra dapat memahami kemudahan dan manfaat pembukuan digital setelah memperoleh pengalaman langsung, tetapi tingkat keberlanjutan penggunaan berbeda antarmitra. Tiga UMKM (30%) melanjutkan penggunaan pembukuan digital, lima UMKM (50%) masih berada pada tahap ragu atau mengalami kesulitan, dan dua UMKM (20%) belum melanjutkan penggunaan. Temuan menunjukkan bahwa adopsi pembukuan digital tidak hanya berkaitan dengan manfaat dan kemudahan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan pencatatan manual, kenyamanan terhadap metode lama, pengalaman teknologi, dan kesiapan pengguna. Pendampingan yang menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing UMKM diperlukan untuk mendukung keberlanjutan adopsi pembukuan digital.
Copyrights © 2026