Tragedi berdarah di Banten tahun 1888 bukan semata fenomena politik melainkan gerakan keagamaan dalam rangka melawan eksploitasi ekonomi dengan dorongan semangat jihad fi sabilillah. Penelitian kaulitatif ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sosial-historis untuk menganalisa gerakan Tarekat Qadiriah. Temuan penelitian ini menunjukkan: (1) tragedi berdarah di Banten pada 1888 disebabkan oleh faktor yang kompleks, yaitu semangat keagamaan, krisis ekonomi, inkompetensi pegawai kolonial, dan pajak kapal yang tinggi; (2) krisis multidimensi tersebut menyebabkan ketidakpuasan dan kebencian penduduk desa terhadap penguasa kolonial Belanda; dan (3) tarekat Qadiriah merupakan agen utama perlawanan masyarakat Banten terhadap kolonialisme pada tahun 1888. Temuan penelitian ini memperkaya khazanah sejarah sosial-politik tentang peran agama dalam melawan penjajahan.
Copyrights © 2026