Pemahaman konsep merupakan aspek penting dalam pembelajaran trigonometri karena siswa tidak hanya dituntut melakukan perhitungan, tetapi juga memahami hubungan antara sudut dan sisi serta menerapkan konsep pada berbagai situasi. Perbedaan tahap perkembangan kognitif dapat berkaitan dengan karakteristik pemahaman konsep yang ditunjukkan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman konsep trigonometri siswa SMK berdasarkan tahap perkembangan kognitif Piaget serta kesesuaiannya dengan konsep formal trigonometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan melibatkan 24 siswa kelas XI di salah satu SMK di Kabupaten Bandung. Tahap perkembangan kognitif ditentukan menggunakan Test of Logical Thinking (TOLT), sedangkan data pemahaman konsep diperoleh melalui tes dan wawancara semi-terstruktur. Hasil TOLT menunjukkan 20 siswa (83,3%) berada pada tahap operasional konkret, 2 siswa (8,3%) pada tahap transisi, dan 2 siswa (8,3%) pada tahap operasional formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tahap konkret masih mengalami keterbatasan dalam menentukan sudut acuan, mengintegrasikan Teorema Pythagoras, dan menghubungkan posisi sisi dengan sudut. Siswa tahap transisi telah memiliki pemahaman konseptual dasar, tetapi belum sepenuhnya fleksibel dalam menghubungkan antarkonsep dan memilih strategi. Sementara itu, siswa tahap formal menunjukkan pemahaman yang lebih utuh melalui kemampuan menghubungkan antarkonsep, memberikan alasan, dan memilih strategi sesuai informasi yang tersedia. Temuan menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pemahaman konsep trigonometri berdasarkan tahap perkembangan kognitif siswa.
Copyrights © 2026