Penggunaan Bahasa Sunda dalam interaksi sehari-hari para siswa kian menurun seiring kecenderungan mereka yang lebih sering berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya metode pembelajaran yang dapat mendorong keaktifan siswa dalam bertutur menggunakan Bahasa Sunda. Namun, penggunaan Bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari siswa semakin berkurang karena lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang mampu mendukung siswa untuk aktif berbicara menggunakan Bahasa Sunda. Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi metode bermain peran dalam mengasah keterampilan berbicara Bahasa Sunda kelas VI di SDN Ibu Dewi 3. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk menggali secara mendalam peran guru serta implementasi dan hasil penerapan metode bermain peran. Adapun partisipan penelitian mencakup kepala sekolah, wali kelas VI, dan sepuluh siswa kelas VI, dengan data yang dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data tersebut dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merancang pembelajaran melalui penentuan tujuan, penyusunan naskah dialog, pembagian peran, penyiapan media, serta pembimbingan siswa sebelum pementasan. Implementasi metode bermain peran dilaksanakan melalui pemberian arahan, latihan, praktik bermain peran, dan penampilan pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penerapan metode ini memiliki dampak positif untuk keterampilan berbicara siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan kejelasan ucapan, penggunaan Bahasa Sunda yang lebih tepat, kelancaran berbicara, keberanian, rasa percaya diri, penggunaan bahasa tubuh yang lebih baik, kemampuan menyesuaikan diri dengan audiens, serta meningkatnya minat siswa dalam menggunakan Bahasa Sunda sebagai bagian dari pelestarian bahasa daerah.
Copyrights © 2026