Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Kulit Buah Nanas Menjadi Eco-Enzyme sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Ramah Lingkungan Anisa Fauziah; Jeannissa Azzahra; Reni Mulyani; Rismatu Sa'diah; Siti Herma Damayanti; Annisa Mawardini
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.20656

Abstract

Eco-Enzyme merupakan larutan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, gula, dan air yang menghasilkan cairan multifungsi ramah lingkungan. Penelitian ini, bertujuan mengkaji potensi kulit buah nanas sebagai bahan baku pembuatan Eco-Enzyme yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-eksperimen melalui teknik observasi dan dokumentasi untuk menganalisis proses fermentasi dan perubahan karakteristik larutan. Fermentasi dilakukan selama tiga bulan dengan rasio 3:1:10 (kulit nanas, gula merah, dan air). Hasil menunjukkan bahwa Eco-Enzyme efektif menyegarkan warna daun tanaman singkong setelah diencerkan dengan air dalam perbandingan 1:10. Selain sebagai pupuk alami, larutan ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan limbah dapur yang ramah lingkungan dan ekonomis. Penelitian dilakukan oleh lima mahasiswa PGSD Universitas Djuanda di Kampung Lembur Situ, Cianjur tanpa keterlibatan warga yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 (air bersih dan sanitasi layak), 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan 15 (menjaga ekosistem daratan). Temuan ini memperkuat bahwa limbah dapur memiliki nilai guna tinggi jika diolah tepat dan dapat diterapkan sebagai praktik Pendidikan lingkungan berbasis rumah tangga.
Analisis Hasil Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Pemahaman IPA Konsep Rantai Makanan pada Siswa Kelas V SD Negeri Pasirhayam Anisa Fauziah; Mega Febriani Sya
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.23791

Abstract

Pembelajaran IPA di SD perlu dilakukan dengan cara yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif, sehingga siswa dapat memahami konsep dengan lebih baik dan bermakna. Salah satu materi IPA kelas V yang memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari peserta didik Adalah materi rantai makanan. Namun, pembelajaran materi tersebut masih sering disampaikan secara teoritis sehingga siswa kurang memahami keterkaitan konsep dengan lingkungan nyata. Pada penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan cara belajar menggunakan project based learning yang dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai rantai makanan pada siswa kelas V di SD Negeri Pasirhayam. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Cara mengumpulkan data dilakukan dengan mengamati, mendiskusikan langsung, serta mencatat berbagai dokumen. Objek penelitian terdari dari guru dan murid kelas V di SD Negeri Pasirhayam. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif interaktif yang terdiri dari beberapa tahap yaitu mengurangi data, menyajikan data, serta  membuat Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa oenerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran IPA terutama pada materi rantai makanan dapat berjalan dengan baik dan efektif. Melalui kegiatan proyek yang melibatkan pengamatan lingkungan, diskusi kelompok, dan pembuatan media visual rantai makanan, siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Pembelajaran berbasis proyek membantu siswa memahami konsep rantai makanan dengan lebih jelas dan nyata, ditandai dengan kemampuan siswa dalam menjelaskan hubungan antar makhluk hidup serta alur perpindahan energi dalam ekosistem menggunakan bahasa mereka sendiri.
Analisis Metode Bermain Peran dalam Mengasah Keterampilan Berbicara Bahasa Sunda Siswa SDN Ibu Dewi 3 Anisa Fauziah; Wiworo Retnadi Rias Hayu
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i3.2355

Abstract

Penggunaan Bahasa Sunda dalam interaksi sehari-hari para siswa kian menurun seiring kecenderungan mereka yang lebih sering berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya metode pembelajaran yang dapat mendorong keaktifan siswa dalam bertutur menggunakan Bahasa Sunda. Namun, penggunaan Bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari siswa semakin berkurang karena lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang mampu mendukung siswa untuk aktif berbicara menggunakan Bahasa Sunda. Berdasarkan kondisi tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi metode bermain peran dalam mengasah keterampilan berbicara Bahasa Sunda kelas VI di SDN Ibu Dewi 3. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk menggali secara mendalam peran guru serta implementasi dan hasil penerapan metode bermain peran. Adapun partisipan penelitian mencakup kepala sekolah, wali kelas VI, dan sepuluh siswa kelas VI, dengan data yang dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data tersebut dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam merancang pembelajaran melalui penentuan tujuan, penyusunan naskah dialog, pembagian peran, penyiapan media, serta pembimbingan siswa sebelum pementasan. Implementasi metode bermain peran dilaksanakan melalui pemberian arahan, latihan, praktik bermain peran, dan penampilan pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penerapan metode ini memiliki dampak positif untuk keterampilan berbicara siswa yang ditunjukkan melalui peningkatan kejelasan ucapan, penggunaan Bahasa Sunda yang lebih tepat, kelancaran berbicara, keberanian, rasa percaya diri, penggunaan bahasa tubuh yang lebih baik, kemampuan menyesuaikan diri dengan audiens, serta meningkatnya minat siswa dalam menggunakan Bahasa Sunda sebagai bagian dari pelestarian bahasa daerah.