Air sumur merupakan salah satu sumber air yang banyak dimanfaatkan masyarakat, tetapi kualitasnya dapat dipengaruhi oleh kandungan besi (Fe), mangan (Mn), kekeruhan, dan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas air sumur setelah pengolahan melalui pretreatment berbasis aerasi dan filtrasi bertahap serta ultrafiltrasi dan disinfeksi ultraviolet (UV), dengan variasi laju alir 6, 8, 10, 12, dan 14 L/menit serta tekanan udara aerasi 4 dan 5 bar. Parameter yang dianalisis meliputi pH, total padatan terlarut (TDS), kekeruhan, Fe, Mn, Total Coliform, dan Escherichia coli. Hasil menunjukkan bahwa tekanan 4 bar dan laju alir 12 L/menit memberikan hasil terbaik di antara variasi yang diuji. Pada kondisi tersebut, air hasil pretreatment memiliki TDS 34 mg/L, Fe 0,050 mg/L, dan Mn 0,043 mg/L, dengan efisiensi penurunan Fe dan Mn masing-masing sebesar 91,68% dan 89,95%. Air hasil pengolahan akhir memiliki pH 6,8, TDS 30 mg/L, kekeruhan 0,078 NTU, Fe 0,037 mg/L, dan Mn 0,041 mg/L. Hasil pengujian mikrobiologi menunjukkan Total Coliform dan E. coli sebesar 0 CFU/100 mL. Rejeksi kekeruhan mencapai 89%, sedangkan rejeksi Total Coliform dan E. coli dilaporkan sebesar 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pretreatment, ultrafiltrasi, dan disinfeksi UV berpotensi meningkatkan kualitas air sumur. Namun, belum adanya pengulangan eksperimen, analisis statistik, serta pengukuran fluks dan fouling membran membatasi penilaian terhadap konsistensi hasil dan kinerja membran secara menyeluruh.
Copyrights © 2026