Sistem pembumian (grounding) berfungsi sebagai proteksi dasar untuk mengalihkan arus gangguan dan membatasi tegangan sentuh agar terhindar dari bahaya kejut listrik. Degradasi kinerja sistem pembumian akibat faktor lingkungan memicu peningkatan nilai resistansi pembumian, yang dapat berdampak langsung pada naiknya tegangan sentuh dan peningkatan arus yang mengalir melalui tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik respon tegangan sentuh dan arus tubuh terhadap variasi degradasi resistansi pembumian serta memetakan efek fisiologisnya pada tubuh manusia berdasarkan kurva efek arus AC yang mengalir melalui tubuh manusia sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Pengujian eksperimental dilakukan menggunakan electrical safety trainer dengan 20 variasi nilai pembumian dari 1 Ω sampai 100 Ω. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan resistansi pembumian menghasilkan tegangan sentuh dan arus yang melalui tubuh manusia semakin meningkat. Pemetaan zona fisiologis membuktikan bahwa pada tahanan pembumian 1 Ω sampai 4 Ω, respon arus tubuh berada pada Daerah 2 (tidak berbahaya). Namun, pada tahanan pembumian lebih besar dari 5 Ω kondisi tubuh bergeser masuk ke Daerah 3 yang membahayakan fungsi jantung dan berisiko memicu fibrilasi ventrikel.
Copyrights © 2026