Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis Internet of Things di Lingkungan Rumah Tangga Lukcy T Simanjuntak
Jurnal Nasional Teknologi Komputer Vol 5 No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Hawari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jnastek.v5i3.281

Abstract

This research aims to design and build an Internet of Things (IoT)-based gas leak detection system aimed at improving safety in the household environment. Gas leaks, which can potentially lead to fires and explosions, require quick and efficient detection. The developed system uses gas sensors connected to microcontrollers to monitor the concentration of hazardous gases, such as methane and propane, in real-time. Data from the sensor is sent via a wireless communication module to the mobile app, which allows users to receive instant notifications if a gas leak is detected. The test results show that the system is capable of detecting leaks with high accuracy and fast response times. Field trials also indicate that the system functions effectively in a wide range of environmental conditions. Feedback from users shows that the developed mobile app is easy to use and provides clear information about the status of gas leaks. This study concludes that IoT-based gas leak detection systems can be an effective solution to improve safety in households. It is hoped that this system can be widely applied to protect the public from the risk of gas leaks.
Penerapan Sistem Pengisian Tangki Air Otomatis Bertenaga Surya Berbasis LoRa dan Internet of Things untuk Pemberdayaan Kelompok Tani Mandiri di Desa Tanjung Anom: Pengabdian Panangian Mahadi Sihombing; Indah Vusvita Sari; Nurhafni Carol; Lukcy T Simanjuntak; Nur Adilah Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7999

Abstract

Ketiadaan jaringan listrik PLN di area perladangan sering kali menjadi kendala utama dalam modernisasi sistem irigasi. Kelompok Tani Mandiri di Dusun VI Desa Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, mengelola ±1,5 hektar lahan hortikultura dan pangan dengan ketergantungan penuh pada pompa diesel bermesin BBM. Kondisi ini memicu pengeluaran biaya operasional hingga ± Rp700.000/bulan, pemborosan air akibat overflow saat pengisian tangki 2.000 liter, serta risiko kerusakan pompa akibat dry running saat debit sungai surut. Kegiatan Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem pengisian tangki otomatis bertenaga surya yang terintegrasi dengan pemantauan level air berbasis Long Range (LoRa) dan Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technological Development (PTD) yang meliputi tahap identifikasi masalah, perancangan sistem, fabrikasi hardware, pengujian laboratorium, instalasi di lapangan, hingga pelatihan bagi mitra. Solusi teknologi yang diterapkan mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2×100 Wp dengan baterai VRLA 12 V 70 Ah, otomasi kendali dual-float switch dan pressure switch dengan proteksi timeout safety berbasis mikrokontroler LILYGO TTGO LoRa32, sensor ultrasonik waterproof A02YYUW, serta transmisi data nirkabel LoRa 915 MHz menuju gateway IoT ThingSpeak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem terpasang mampu bekerja secara otomatis penuh (100% zero-cost BBM), meniadakan insiden air meluap, menghemat waktu kerja harian petani 2 jam/hari, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pengoperasian dan pemeliharaan teknologi sebesar 179,37% (dari rata-rata skor pre-test 31,50 menjadi 88,00 pada post-test). Inovasi ini berhasil mentransformasi tata kelola air mitra dari sistem konvensional menjadi smart farming yang mandiri energi dan efisien.
Karakteristik Tegangan Sentuh dan Besar Arus Terhadap Variasi Degradasi Resistansi Pembumian Berdasarkan Simulasi Kontak Tidak Langsung Menggunakan Electrical Safety Module Michael Stevano Sinurat; Moh Muchlishiin; Lukcy T Simanjuntak
Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembumian (grounding) berfungsi sebagai proteksi dasar untuk mengalihkan arus gangguan dan membatasi tegangan sentuh agar terhindar dari bahaya kejut listrik. Degradasi kinerja sistem pembumian akibat faktor lingkungan memicu peningkatan nilai resistansi pembumian, yang dapat berdampak langsung pada naiknya tegangan sentuh dan peningkatan arus yang mengalir melalui tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik respon tegangan sentuh dan arus tubuh terhadap variasi degradasi resistansi pembumian serta memetakan efek fisiologisnya pada tubuh manusia berdasarkan kurva efek arus AC yang mengalir melalui tubuh manusia sesuai dengan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Pengujian eksperimental dilakukan menggunakan electrical safety trainer dengan 20 variasi nilai pembumian dari 1 Ω sampai 100 Ω. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan resistansi pembumian menghasilkan tegangan sentuh dan arus yang melalui tubuh manusia semakin meningkat. Pemetaan zona fisiologis membuktikan bahwa pada tahanan pembumian 1 Ω sampai 4 Ω, respon arus tubuh berada pada Daerah 2 (tidak berbahaya). Namun, pada tahanan pembumian lebih besar dari 5 Ω kondisi tubuh bergeser masuk ke Daerah 3 yang membahayakan fungsi jantung dan berisiko memicu fibrilasi ventrikel.