Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu dalam pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba pada masyarakat Batak Toba di wilayah perantauan Kota Jakarta, khususnya tahapan prosesi adat, peran hula-hula, boru, dan dongan tubu, serta pandangan masyarakat terhadap pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam terhadap tiga orang Raja Parhata dan beberapa anggota masyarakat Batak Toba, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik
Copyrights © 2026