Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya tantangan dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila di Desa Pasie Tulak Bala, Kecamatan Teunom, khususnya pada generasi muda yang cenderung memahami Pancasila secara teoritis dan belum sepenuhnya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena kurangnya kepatuhan terhadap norma sosial menunjukkan perlunya pendekatan edukatif yang relevan dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sosial masyarakat, menganalisis tingkat internalisasinya, serta mengevaluasi peran metode Picture and Picture dalam meningkatkan kehidupan bermusyawarah dan pengambilan keputusan secara mufakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian meliputi Geuchik, Tuha Peut, Sekretaris Desa, Kaur, Kepala Dusun, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam gotong royong, toleransi antarumat beragama, musyawarah, saling menghargai, tolong-menolong, dan penerapan keadilan sosial tanpa membedakan latar belakang. Internalisasi nilai-nilai Pancasila tergolong sangat baik dan mendalam karena telah menjadi pedoman moral dalam perilaku, interaksi, serta tradisi adat masyarakat. Metode Picture and Picture terbukti efektif dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, kerja sama, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat.
Copyrights © 2026