Distraksi digital menjadi tantangan nyata dalam pembelajaran, tetapi tidak semua siswa menyerah pada gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk distraksi digital, strategi pengelolaannya, serta faktor pendukung dan penghambat pada siswa kelas X MA Al-Washliyah 13 Desember Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sebelas informan yang dipilih secara purposif, yaitu sembilan siswa kelas X, satu guru mata pelajaran, dan satu guru bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran kontekstual serta mengenali distraksi eksternal (notifikasi, pesan, aplikasi hiburan) dan internal (dorongan mengecek ponsel). Strategi yang digunakan meliputi tindakan preventif (mode senyap, menyimpan ponsel di tas, mematikan data seluler), penundaan dorongan, evaluasi melalui percobaan dan perbaikan, serta pemanfaatan fitur Do Not Disturb, mode pesawat, dan teknik Pomodoro. Manajemen kelas guru dan pengingat orang tua mendukung strategi tersebut, sedangkan kejenuhan belajar menghambat konsistensinya. Temuan ini menunjukkan bahwa distraksi digital dapat dikelola melalui regulasi diri yang berkembang bertahap dengan dukungan lingkungan.
Copyrights © 2026