Masrina Rambe
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI SISWA DI SMA NEGERI 1 AIR PUTIH Masrina Rambe; Kasran Kasran; Widia Sari
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Sebagian siswa telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam aspek makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca. Kondisi tersebut membutuhkan strategi guru Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi siswa di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara, mendeskripsikan kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa serta kendala yang mereka hadapi dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara, dan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara dengan sumber data yang diperoleh dari guru Pendidikan Agama Islam dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dilakukan dengan menyesuaikan pembelajaran terhadap kemampuan siswa melalui penggunaan metode tahsin dan Iqra’, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara langsung, koreksi bacaan, pemberian motivasi, dan evaluasi. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa menunjukkan kondisi yang beragam. Sebagian siswa sudah lancar, sedangkan sebagian lainnya masih memerlukan bimbingan dalam makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca. Kendala yang ditemukan berkaitan dengan perbedaan kemampuan dasar siswa, pemahaman tajwid, ketepatan makhraj, kepercayaan diri, serta kurangnya pembiasaan membaca di luar sekolah. Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut dilakukan melalui bimbingan individual, pembelajaran tambahan, latihan secara rutin, pemberian motivasi, serta kerja sama dengan orang tua. Dengan demikian, strategi guru PAI yang disesuaikan dengan kondisi siswa dan dilaksanakan secara berkelanjutan dapat mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FIQH DI MAS AL-WASHLIYAH TANJUNG  KUBAH KABUPATEN BATU BARA Masrina Rambe; M Alang Khairun Nizar; Windi Ayu Ariyani
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran Fiqh di MAS Al-Washliyah Tanjung Kubah Kabupaten Batu Bara, seperti kurang berani bertanya, menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan terlibat dalam diskusi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran Cooperative Learning dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Fiqh, mengetahui perubahan keaktifan siswa setelah diterapkannya strategi tersebut, serta mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat penerapan strategi Cooperative Learning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Cooperative Learning dilaksanakan melalui penyampaian tujuan pembelajaran, pembentukan kelompok, pemberian tugas, diskusi, presentasi, dan penarikan kesimpulan bersama. Penerapan strategi tersebut menunjukkan perubahan positif terhadap keaktifan siswa, terlihat dari meningkatnya keberanian bertanya, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, bekerja sama, berdiskusi, serta mempresentasikan hasil kerja kelompok. Faktor pendukung meliputi antusiasme siswa, dukungan guru dan pihak madrasah, serta tersedianya sarana pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi masih adanya siswa yang kurang percaya diri, keterlibatan siswa yang belum merata, keterbatasan waktu, dan pengelolaan kelas selama kegiatan kelompok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi Cooperative Learning mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Fiqh di MAS Al-Washliyah Tanjung Kubah Kabupaten Batu Bara.
STRATEGI SISWA KELAS X MENGELOLA DISTRAKSI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MAS AL-WASHLIYAH JALAN 13 DESEMBER KEL. RAMBUNG KEC. TEBING TINGGI KOTA Masrina Rambe; Abdul Rosip Siregar; Fita Anggriani
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distraksi digital menjadi tantangan nyata dalam pembelajaran, tetapi tidak semua siswa menyerah pada gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk distraksi digital, strategi pengelolaannya, serta faktor pendukung dan penghambat pada siswa kelas X MA Al-Washliyah 13 Desember Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sebelas informan yang dipilih secara purposif, yaitu sembilan siswa kelas X, satu guru mata pelajaran, dan satu guru bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki kesadaran kontekstual serta mengenali distraksi eksternal (notifikasi, pesan, aplikasi hiburan) dan internal (dorongan mengecek ponsel). Strategi yang digunakan meliputi tindakan preventif (mode senyap, menyimpan ponsel di tas, mematikan data seluler), penundaan dorongan, evaluasi melalui percobaan dan perbaikan, serta pemanfaatan fitur Do Not Disturb, mode pesawat, dan teknik Pomodoro. Manajemen kelas guru dan pengingat orang tua mendukung strategi tersebut, sedangkan kejenuhan belajar menghambat konsistensinya. Temuan ini menunjukkan bahwa distraksi digital dapat dikelola melalui regulasi diri yang berkembang bertahap dengan dukungan lingkungan.
PERAN GURU EKSTRAKURIKULER ROHIS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA/I YANG RELIGIUS DI SMA NEGERI 2 TEBING TINGGI Masrina Rambe; Kasran Kasran; Nurainun Nurainun
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran guru ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk karakter religius siswa/siswi di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi, program dan kegiatan Rohis yang dilaksanakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter religius siswa di tengah berbagai pengaruh lingkungan dan keterbatasan waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pembina Rohis memiliki empat peran utama, yaitu sebagai motivator, teladan, fasilitator, dan pembimbing. Program Rohis yang dilaksanakan meliputi kajian Islam rutin, tilawah dan tahsin Al-Qur'an, salat berjamaah, peringatan hari besar Islam, kegiatan sosial keagamaan, pesantren kilat Ramadan dan buka puasa bersama, serta pelatihan kepanitiaan dan kepemimpinan. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, keteladanan guru pembina, motivasi siswa, lingkungan sekolah yang religius, dan program yang sistematis. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, rendahnya minat sebagian siswa, pengaruh lingkungan sosial dan media digital, keterbatasan sarana dan pendanaan, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua. Upaya yang dilakukan antara lain penyesuaian jadwal, pendekatan personal, pemberian motivasi, pemanfaatan media digital, pengajuan bantuan sarana, dan komunikasi dengan orang tua.
PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS X MULTIMEDIA DI SMK AL WASLIYAHJLN 13 DESEMBER KOTA TEBING TINGGI Masrina Rambe; Fitri Handayani; Diah Nurlita
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Bimbingan dan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas X Multimedia di SMK Al Wasliyah 13 Desember Tebing Tinggi.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok, mengetahui kecerdasan emosional siswa kelas X Multimedia, khususnya dalam aspek pengendalian diri, serta menganalisis peran bimbingan dan konseling kelompok dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling kelompok memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, mendiskusikan permasalahan, serta memahami perasaan dan sudut pandang orang lain. Beberapa siswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, terutama ketika menghadapi perbedaan pendapat, menerima kritik dari guru, dan mengalami konflik dengan teman sebaya. Melalui diskusi kelompok, interaksi antarsiswa, bimbingan, dan refleksi, siswa didorong untuk mengelola emosi, mengendalikan kemarahan, mengurangi perilaku impulsif, menerima kritik secara positif, serta mempertimbangkan akibat dari tindakan sebelum mengambil keputusan. Kegiatan tersebut juga mendukung pengembangan keterampilan komunikasi, empati, tanggung jawab, dan hubungan sosial yang positif. Dengan demikian, bimbingan dan konseling kelompok berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan emosional siswa, khususnya dalam aspek pengendalian diri. Pelaksanaan layanan secara konsisten diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan respons emosional yang lebih baik dan meningkatkan interaksi sosial di lingkungan sekolah.
PERAN PERSONAL APPROACH GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI MTS. KHOLIJAH MUKHTAR DESA LALANG, KECAMATAN MEDANG DERAS, KABUPATEN BATU BARA Masrina Rambe; Dewi Atika; Sarifah Wahyuni
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran personal approach oleh guru PAI dalam membentuk karakter siswa di MTs Kholijah Mukhtar Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Peran yang dianalisis meliputi penerapan personal approach oleh guru PAI dalam membentuk karakter siswa, peran pendekatan tersebut dalam pembentukan karakter, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapannya di MTs Kholijah Mukhtar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTs Kholijah Mukhtar Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan personal approach melalui komunikasi interpersonal, perhatian individual, pembinaan secara pribadi, pemberian motivasi, keteladanan, dan pembiasaan perilaku positif. Pendekatan ini berperan dalam membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kejujuran, dan kepedulian sosial siswa. Hubungan personal yang baik antara guru dan siswa membantu menciptakan suasana pembinaan yang lebih terbuka dan mendukung proses pembentukan karakter di madrasah. Faktor pendukung penerapan pendekatan ini meliputi lingkungan sekolah yang religius, hubungan baik antara guru dan siswa, dukungan kepala sekolah, program pembinaan karakter, serta keteladanan guru. Adapun faktor penghambatnya mencakup jumlah siswa yang relatif banyak, keterbatasan waktu guru, kurangnya perhatian orang tua, serta pengaruh lingkungan luar sekolah dan media sosial. Dengan demikian, personal approach menjadi salah satu pendekatan yang mendukung pembentukan karakter siswa melalui hubungan personal, bimbingan, dan keteladanan guru.