Kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama dalam mendukung keseimbangan dan koordinasi gerak. Observasi awal di TK Melati menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan berlari dan melompat secara terkoordinasi, sementara variasi media pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak Kelompok A melalui penerapan Squid Games versi anak. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat pertemuan. Tindakan dilakukan melalui permainan engklek geometri pada Siklus I dan permainan lampu merah, lampu hijau pada Siklus II. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok A di TK Melati, Kota Parepare. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap lima indikator kemampuan motorik kasar dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berdasarkan frekuensi dan persentase kategori Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada tahap Pra-Siklus, dari 75 hasil pengamatan, sebanyak 30,67% berada pada kategori BB, 42,67% pada MB, 26,67% pada BSH, dan 0% pada BSB. Pada Siklus I, kategori BB sebesar 29,33%, MB sebesar 49,33%, BSH sebesar 21,33%, dan BSB sebesar 0%. Pada Siklus II, kategori BB dan MB menjadi 0%, sedangkan BSH mencapai 32% dan BSB sebesar 68%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan capaian kemampuan motorik kasar anak dari Pra-Siklus hingga Siklus II setelah penerapan Squid Games versi anak. Penelitian ini memberikan alternatif kegiatan bermain bagi guru pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan motorik kasar.
Copyrights © 2027