Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep Outcome-Based Education (OBE) dan learning outcomes, mengidentifikasi model-model evaluasi pembelajaran, serta menganalisis integrasi dan tantangan implementasi OBE dalam praktik evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap buku dan artikel jurnal yang relevan, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa OBE menempatkan learning outcomes sebagai fondasi seluruh keputusan pendidikan melalui backward design dan keselarasan (alignment) antara outcomes, pengalaman belajar, dan asesmen. Learning outcomes harus dirumuskan secara spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu dengan kata kerja operasional, serta mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Lima model evaluasi dikaji, yaitu evaluasi berbasis norma, berbasis kriteria, formatif dan sumatif, berbasis outcome, serta alternative assessment; evaluasi berbasis kriteria dinilai paling selaras dengan prinsip OBE. Implementasi OBE membawa implikasi positif berupa kejelasan tujuan, keselarasan pembelajaran dan penilaian, efektivitas, serta akuntabilitas, tetapi menghadapi tujuh tantangan, antara lain kesulitan merumuskan outcomes yang operasional, perubahan pola pikir pendidik, keterbatasan sumber daya, resistensi pemangku kepentingan, dan minimnya bukti empiris di Indonesia. Artikel ini merekomendasikan pelatihan pendidik, pengembangan rubrik dan instrumen asesmen yang valid, serta penelitian lanjutan.
Copyrights © 2026