Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V SD Negeri 104/II Sungai Pinang. Pada kondisi awal, pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan keterlibatan siswa belum optimal. Dari 30 siswa, hanya 10 siswa atau 33,33% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70. Penelitian bertujuan mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Project Based Learning berbantu media audio visual. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja guru, observasi proses belajar siswa, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja guru dari 66,66% pada Siklus I Pertemuan I menjadi 77,77% pada Pertemuan II, kemudian meningkat menjadi 88,88% pada Siklus II Pertemuan I dan 100% pada Pertemuan II. Proses belajar siswa meningkat dari 40,00% menjadi 70,00% pada Siklus I, kemudian menjadi 80,00% dan 100% pada Siklus II. Ketuntasan hasil belajar meningkat dari 33,33% pada pratindakan menjadi 63,33% pada Siklus I dan 93,33% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan Project Based Learning berbantu media audio visual efektif meningkatkan keterlibatan, proses, dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas V.
Copyrights © 2026