Latar belakang: Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Mahasiswa perantauan berada pada fase dewasa muda dengan kecenderungan membentuk pola hidup mandiri yang sering kali ditandai dengan gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan. Perilaku tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker payudara. Tujuan: Mengetahui hubungan gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan terhadap risiko kanker payudara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 83 orang, dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan kuesioner tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil: Didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki gaya hidup kurang bergerak kategori tinggi, 54,2% memiliki konsumsi makanan instan berisiko, dan 56,6% memiliki tingkat kewaspadaan tinggi terhadap risiko kanker payudara. Terdapat hubungan antara gaya hidup kurang bergerak dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara (p = 0,035; r = –0,233) serta antara konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara (p = 0,017; r = –0,261), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan yang lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup kurang bergerak dan konsumsi makanan instan dengan tingkat kewaspadaan risiko kanker payudara.
Copyrights © 2026