Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan data dan refleksi kolaboratif dalam siklus inkuiri kolaboratif untuk menyelesaikan tantangan pembelajaran kontekstual di SMP Muhammadiyah 29 Kota Depok. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus terpancang. Partisipan meliputi 10 guru, kepala sekolah, dan tim peneliti yang berperan sebagai fasilitator sekaligus partisipan-observer. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dimanfaatkan secara bertahap dalam siklus Assess–Design–Implement–Measure/Reflect/Change . Pada tahap Assess , asesmen data diagnostik, observasi kelas, jurnal murid, dan catatan anekdot membantu guru mengidentifikasi masalah pembelajaran secara lebih tepat. Pada tahap Desain , data menjadi dasar perancangan pembelajaran kontekstual, pemilihan strategi, dan penentuan kriteria keberhasilan. Pada tahap Implementasi , guru melakukan penyesuaian pembelajaran berdasarkan formatif data. Pada tahap Measure/Reflect/Change , refleksi kolaboratif terstruktur meningkatkan kualitas dialog profesional, mendorong perubahan dilakukan berdasarkan bukti, dan memperkuat budaya saling percaya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitator, waktu khusus, alat bantu sederhana, dan komitmen guru. Faktor penghambatnya meliputi jadwal yang padat, literasi data yang belum merata, beban dokumentasi, resistensi awal, dan keterbukaan partisipasi. Penelitian ini menghasilkan model praktis pemanfaatan data dan refleksi, draf modul pelatihan, artikel ilmiah, dan laporan penelitian. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat integrasi praktik berbasis bukti dan pembuatan pemahaman kolaboratif dalam pengembangan profesional guru, khususnya di sekolah Muhammadiyah.
Copyrights © 2026