Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan mengenai faktor risiko serta tanda bahaya abortus dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul, khususnya Desa Pasar Jati, masih ditemukan kasus abortus yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, pendamping ibu hamil, dan kader kesehatan tentang faktor risiko serta pencegahan abortus pada ibu hamil. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui dua kali pertemuan dengan sasaran 33 responden yang terdiri dari 11 ibu hamil, 11 pendamping ibu hamil, dan 11 kader kesehatan. Kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, post-test, serta penyerahan alat kesehatan kepada kader desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh responden. Pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik meningkat dari 72,73% menjadi 90,91%, pendamping ibu hamil dari 54,55% menjadi 63,64%, dan kader kesehatan dari 81,82% menjadi 90,91%. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pencegahan abortus pada ibu hamil. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan deteksi dini risiko kehamilan sehingga dapat menurunkan kejadian kegawatdaruratan kehamilan dan angka kematian ibu. Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan mengenai faktor risiko serta tanda bahaya abortus dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul, khususnya Desa Pasar Jati, masih ditemukan kasus abortus yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, pendamping ibu hamil, dan kader kesehatan tentang faktor risiko serta pencegahan abortus pada ibu hamil. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui dua kali pertemuan dengan sasaran 33 responden yang terdiri dari 11 ibu hamil, 11 pendamping ibu hamil, dan 11 kader kesehatan. Kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, post-test, serta penyerahan alat kesehatan kepada kader desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh responden. Pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik meningkat dari 72,73% menjadi 90,91%, pendamping ibu hamil dari 54,55% menjadi 63,64%, dan kader kesehatan dari 81,82% menjadi 90,91%. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pencegahan abortus pada ibu hamil. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan deteksi dini risiko kehamilan sehingga dapat menurunkan kejadian kegawatdaruratan kehamilan dan angka kematian ibu.
Copyrights © 2026