Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Efek Pemberian Ekstrak Delima Merah Terhadap Kadar SOD dan MDA pada Kultur Huvecs yang Dipapar Plasma Preeklampsi januarsih, januarsih
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.817 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.03.5

Abstract

Tujuan : untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi.Metode : Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode eksplorasi laboratorium dan merupakan penelitian in vitro. Menggunaka uji asumsi normalitas dan homogenitas ragam dengan menggunakan uji Levene sebagai prasyarat pengujian statistika parametrik, (2) uji Anova One Way (Uji F), dan (3) uji korelasi Pearson.Hasil : Ekstrak buah delima merah efektif mampu mencegah penurunan kadar SOD pada dosis 56 ppm dan mampu menurunkan kadar MDA hingga titik terendah.Kesimpulan : Ekstrak buah delima merah terbukti dapat meningkatkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDAKata kunci : SOD, MDA, Preeklampsi
PENGARUH EKSTRAK BUAH DELIMA MERAH TERHADAP KADAR SOD PADA KULTUR HUVECs YANG DIPAPAR PLASMA PREEKLAMPSI Januarsih, Januarsih
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.11 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1801

Abstract

Preeklampsi merupakan sindroma yang berkaitan dengan adanya gejala vasospasme, peningkatan terhadap resistensi pembuluh darah perifer dan juga penurunan perfusi organ. Salah satu teori etiologi preeklampsi yang dianut saat ini mengatakan adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan yang menyebabkan timbulnya stres oksidatif, ditandai dengan adanya penurunan aktivitas antioksidan disertai dengan adanya peningkatan kadar lipid peroksida (oksidan / radikal bebas). Keadaan ini tentu saja menimbulkan terganggunya fungsi endotel bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel yang disebut sebagai disfungsi endotel. Keadaan stres oksidatif bisa dikendalikan dengan pemberian anti oksidan yang terbagi dalam antioksidan enzimatis dan non enzimatis. Antioksidan enzimatis terdiri dari superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase dan katalase. Buah delima mengandung fitokimia dan kaya akan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu polifenol, tanin dan anthocyanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah merah (Punica granatum) terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Rancangan percobaan berupa rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan yaitu, Kelompok I : Kontrol negatif (K-) HUVECs + plasma kehamilan normal 2%, Kelompok II : Kontrol positif (K+) HUVECs + plasma preeklampsi 2%, Kelompok III : Perlakuan 1 (P1) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 14 ppm, kelompok IV : Perlakuan 2 (P2) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 28 ppm dan Kelompok V : Perlakuan 3 (P3) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 56 ppm. Berdasarkan pada hasil uji LSD 5 % menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif (K-) memiliki rata-rata kadar SOD berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (K+) (p = < 0,05). Peningkatan kadar SOD secara signifikan ditunjukkan oleh pemberian ekstrak buah delima merah pada konsentrasi 56 ppm. Bahkan, pemberian ekstrak buah delima merah konsentrasi 56 ppm mampu meningkatkan kadar SOD hingga lebih tinggi daripada kelompok kontrol negatif (p = < 0,05), sedangkan pemberian ekstrak buah delima merah pada dengan konsentrasi 14 ppm dan 28 ppm, belum mampu meningkatkan kadar SOD secara signifikan (p = > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemberian ekstrak buah delima merah (Punica granatum) terbukti dapat meningkatkan kadar SOD pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Kata kunci : delima merah, SOD dan Preeklampsi
Red Pomegranate Extracts on Catalase Levels in Huvecs Culture Which are Exposed Preeclampsia Plasma Januarsih Januarsih
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 4 No. 2 (2018): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.254 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v4i2.186

Abstract

In a normal pregnancy, there is an increase in the production of free radicals, compared to on not pregnant and when the preeclampsia occurs the production is even more. This situation controlled with anti-oxidants. In general, antioxidants divided into two groups, namely: enzymatic antioxidants / primary antioxidants / antioxidant deterrents and nonenzymatic antioxidants consist of SOD, GPx and CAT. The purpose of this study is to determine the effect of giving Pomegranate Fruit extract to CAT levels in HUVECs who exposed to plasma preeclampsia. This study used a laboratory exploration method with samples: 1 negative control group (HUVECs culture exposed to normal 2% plasma pregnancy). One positive control group (HUVECs culture exposed to 2% preeclamptic plasma) and three treatment groups (HUVECs culture exposed to plasma 2% preeclampsia was given red pomegranate extract at different doses of 14 ppm, 28 ppm, 56 ppm, followed by calculating the amount of CAT which was a marker of intracellular antioxidants. Using the assumption of normality and homogeneity of variance tests that was using the Levene test as a prerequisite for parametric statistical testing, (2) One Way ANOVA Test (F Test), and (3) Pearson correlation test. The result is Red Pomegranate extract can prevent a decrease in CAT levels at a dose of 56 ppm. In conclusion, the Pomegranate Fruit extract can increase CAT levels
ANALISIS UMUR DAN PEKERJAAN PASANGAN USIA SUBUR PADA PEMANFAATAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS KARANG INTAN 2 KABUPATEN BANJAR Januarsih Januarsih
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v2i1.74

Abstract

 Pemberian pelayanan  alat  kontrasepsi adalah  upaya  yang dilakukan  untuk meningkatkan kualitas keluarga. Selama kurun waktu dua dasawarsa, pelayanan kontrasepsi dalam pembangunan KB di Indonesia telah memperoleh hasil yang cukup menggembirakan. Pada SDKI tahun 2003 ada sebesar 57,4% wanita menikah yang memakai alat kontrasepsi. SDKI 2007 didapatkan data sebesar 61,4% wanita menikah yang memakai alat kontrasepsi SDKI 2008.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan umur dan pekerjaan pasangan usia subur dengan pemanfaatan pelayanan kontrasepsi di Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten BanjarMetode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yang dimaksudkan untuk mengetahui dinamika hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.Hubungan antara umur dengan pemanfaatan pelayanan alat kontrasepsi pada PUS di Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten Banjar Tahun 2019  (p= 0,010). Hubungan antara pekerjaan dengan pemanfaatan pelayanan alat kontrasepsi KB pada PUS di Puskesmas Karang Intan II Kabupaten Banjar Tahun 2019  (p= 0,004).  The provision of contraceptive services is an effort made to improve the quality of the family. Over the past two decades, contraceptive services in the development of family planning in Indonesia have received quite encouraging results. In the 2003 IDHS, 57.4% of married women were using contraception. The 2007 IDHS data showed 61.4% of married women who used the 2008 IDHS contraception.The purpose of this study was to determine the factors associated with the use of contraceptive services in infertile couples in Karang Intan 2 Health Center, Banjar District Quantitative research methods with a cross sectional study approach that is intended to determine the dynamics of the relationship between independent variables with the dependent variable.The relationship between age and the use of family planning contraception services at PUS in Karang Intan 2 Health Center in Banjar Regency in 2019 (p = 0.010). The relationship between work and the use of family planning contraception services at PUS at Karang Intan II Health Center in Banjar Regency in 2019 (p = 0.004). 
FAKTOR KEHAMILAN MULTI FETAL TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMPSI DI RSD IDAMAN Januarsih Januarsih; Ahmad Rizani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v3i1.107

Abstract

Preeklampsi terjadi pada 5% - 8% dari kehamilan, yang menyebabkan tingginya morbiditas dan mortilitas pada ibu dan janin. Di RSD Idaman Banjarbaru, kejadian Preeklampsi meningkat setiap tahun. Tahun 2017 sebanyak 265 (4,4%) dari 5961 persalinan dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 363 (7,6%) dari 4776 persalinan. Instrumen pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku register persalinan di RSD Idaman Banjarbaru tahun 2019 dan data primer yang diperoleh dari pengisian kuisioner yang diberikan kepada responden tentang Determinan ibu dengan Kejadian Preeklampsi di RSD Idaman Banjarbaru  Tahun 2020. Dari 100 orang ibu yang mengalami PEB ada5 (2,5%) yang dengan kehamilan muti fetal dan sisanya sebanyak 95 orang (97,5%) tidak dengan kehamilan multi fetal. Dari 100 ibu yang tidak mengalami PEB semuanya tidak dengan kehamilan multi fetal. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan Spearman Rank, di dapatkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara kehamilan multi fetal dengan kejadian Preeklampsi Berat (PEB) yang ditunjukan dengan nilai yang diperoleh yaitu (0,024<0,05). Besar kolerasi yang terjadi antara kedua variabeladalah 0,160. Hal tersebutberarti, hubungan antara kehamilan multi fetal dengan kejadian PEB adalah lemah.
FAKTOR GENETIK TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMPSI DI RSD IDAMAN BANJARBARU Januarsih Januarsih; Ahmad Rizani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1654

Abstract

Preeclampsy occurs in 5% - 8% of pregnancies, leading to high morbidity and mortality in both mother and fetus. In RSD Idaman Banjarbaru, the incidence of Preeclampsy increases every year. In 2014 there were 265 (4.4%) of the 5961 deliveries and increased in 2017 by 363 (7.6%) from 4776 deliveries. The instrument in this study used secondary data, namely data obtained from the childbirth register book at Idaman Banjarbaru Hospital in 2017 and primary data obtained from filling out a questionnaire given to respondents about maternal determinants with Preeclampsy incidence at RSD Idaman Banjarbaru in 2017. Out of 100 people 6 (6%) of mothers who had PEB had a genetic history of the mother and the rest had no genetic history of their mother. Meanwhile, of the 100 mothers who did not experience PEB, all of them had no maternal genetic history. Based on the results of calculations that have been carried out, the results of hypothesis testing using the Spearman Rank show that there is no significant relationship between genetic factors and the incidence of severe preeclampsia (PEB) as indicated by the value obtained, namely (0.013 <0.05). The amount of correlation that occurs between the two variables is 0.76, which means that the relationship between genetic factors and the incidence of PEB is weak.
PENGARUH EKSTRAK BUAH DELIMA MERAH TERHADAP KADAR SOD PADA KULTUR HUVECs YANG DIPAPAR PLASMA PREEKLAMPSI Januarsih Januarsih
EMBRIO Vol 11 No 1 (2019): EMBRIO (MEI 2019)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.11 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol11.no1.a1801

Abstract

Preeklampsi merupakan sindroma yang berkaitan dengan adanya gejala vasospasme, peningkatan terhadap resistensi pembuluh darah perifer dan juga penurunan perfusi organ. Salah satu teori etiologi preeklampsi yang dianut saat ini mengatakan adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan yang menyebabkan timbulnya stres oksidatif, ditandai dengan adanya penurunan aktivitas antioksidan disertai dengan adanya peningkatan kadar lipid peroksida (oksidan / radikal bebas). Keadaan ini tentu saja menimbulkan terganggunya fungsi endotel bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel yang disebut sebagai disfungsi endotel. Keadaan stres oksidatif bisa dikendalikan dengan pemberian anti oksidan yang terbagi dalam antioksidan enzimatis dan non enzimatis. Antioksidan enzimatis terdiri dari superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase dan katalase. Buah delima mengandung fitokimia dan kaya akan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu polifenol, tanin dan anthocyanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah merah (Punica granatum) terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Rancangan percobaan berupa rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan yaitu, Kelompok I : Kontrol negatif (K-) HUVECs + plasma kehamilan normal 2%, Kelompok II : Kontrol positif (K+) HUVECs + plasma preeklampsi 2%, Kelompok III : Perlakuan 1 (P1) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 14 ppm, kelompok IV : Perlakuan 2 (P2) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 28 ppm dan Kelompok V : Perlakuan 3 (P3) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 56 ppm. Berdasarkan pada hasil uji LSD 5 % menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif (K-) memiliki rata-rata kadar SOD berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (K+) (p = < 0,05). Peningkatan kadar SOD secara signifikan ditunjukkan oleh pemberian ekstrak buah delima merah pada konsentrasi 56 ppm. Bahkan, pemberian ekstrak buah delima merah konsentrasi 56 ppm mampu meningkatkan kadar SOD hingga lebih tinggi daripada kelompok kontrol negatif (p = < 0,05), sedangkan pemberian ekstrak buah delima merah pada dengan konsentrasi 14 ppm dan 28 ppm, belum mampu meningkatkan kadar SOD secara signifikan (p = > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemberian ekstrak buah delima merah (Punica granatum) terbukti dapat meningkatkan kadar SOD pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi. Kata kunci : delima merah, SOD dan Preeklampsi
PENYEGARAN BIDAN DI DESA DALAM PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SENAM HAMIL DI PUSKESMAS KARANG INTAN 2 TAHUN 2021 Januarsih; Rita Kirana; Tut Barkinah
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6: Nopember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i6.516

Abstract

Angka Kematian Ibu di Kabupaten Banjar tahun 2019 turun dibandingkan pada tahun 2018. Hal tersebut terlihat dari data dimana angka kematian ibu pada tahun 2018 sebesar 93,3 / 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus 10 orang sedangkan tahun 2019 sebesar 83 / 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus 5 orang. Puskesmas Karang Intan 2 mengalami pengulangan kasus 1 kematian ibu di tahun 2018 dan 1 kematian ibu di tahun 2019 disebabkan oleh perdarahan karena robekan perineum. Salah satu hal untuk mencegah terjadinya robekan perineum yaitu dengan menjaga keelastisan perineum. Peningkatan elastisitas perineum dapat dilakukan dengan senam hamil. Senam hamil ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan.
PELAKSANAAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SENAM HAMIL OLEH SELURUH BIDAN DI DESA PADA WILAYAH PUSKESMAS KARANG INTAN 2 TAHUN 2022 Januarsih Januarsih; Rita Kirana; Suhrawardi Suhrawardi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i8.4557

Abstract

Angka Kematian Ibu di Kabupaten Banjar tahun 2019 turun dibandingkan pada tahun 2018. Hal tersebut terlihat dari data dimana angka kematian ibu pada tahun 2018 sebesar 93,3 / 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus 10 orang sedangkan tahun 2019 sebesar 83 / 100.000 kelahiran hidup dengan jumlah kasus 5 orang. Puskesmas Karang Intan 2 mengalami pengulangan kasus 1 kematian ibu di tahun 2018 dan 1 kematian ibu di tahun 2019 disebabkan oleh perdarahan karena robekan perineum. Salah satu hal untuk mencegah terjadinya robekan perineum yaitu dengan menjaga keelastisan perineum. Peningkatan elastisitas perineum dapat dilakukan dengan senam hamil. Senam hamil ialah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan.
STUDI LITERATUR HUBUNGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET FE Dhea Fauziah Nuraprilia; Januarsih Januarsih; Ahmad Rizani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i1.2606

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia kehamilan disebut “potential danger to mother and child” (potensial membahayakan ibu dan anak), karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. Cakupan pemberian TTD pada Ibu hamil di Indonesia tahun 2019 adalah 64,0%. Angka ini belum mencapai target Renstra tahun 2019 yaitu 98%. Pada Provinsi Kalimantan Selatan Cakupan Pemberian TTD (81,8%). Jenis penelitian ini menggunakan metode literatur review dari 11 jurnal, yaitu 8 jurnal Nasional dan 3 jurnal internasional. penelitian ini menggunakan data sekunder, instrumen penelitian yang digunakan adalah jurnal nasional dan jurnal internasional. Hasil penelitian literatur review 11 jurnal angka sikap Ibu hamil yang sikap kurang dan tidak patuh tertinggi berkisar (100%),. Bagi calon Ibu Hamil dan ibu hamil disarankan untuk Meningkatkan sikap dengan cara menambah informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe melalui media massa, media elektronik, media komunikasi serta bertanya kepada bidan ataupun petugas kesehatan lainnya, agar ibu tetap patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe, Mempertahankan dan meningkatkan sikap ibu agar selalu patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe.