Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pola Konsumsi dan Kejadian Penyakit Infeksi dengan Kejadian Underweight Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Gusti Cantika Nur Hakiki; Siti Masodah; Meilla Dwi Andrestian
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 10 No 1 (2026): September: Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v10i1.912

Abstract

Underweight remains a nutritional problem commonly found among children under five and may be influenced by various factors, including dietary intake patterns and infectious diseases. This study aimed to determine the association between dietary intake patterns and infectious diseases with the incidence of Underweight among children under five in the working area of Martapura Barat Public Health Center, Banjar Regency. This study employed an analytic observational design with a case control approach. The sample consisted of 92 children under five, including 41 Underweight children and 51 non-Underweight children. Dietary intake data were collected using a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (Semi-FFQ), while infectious disease data were obtained through interviews using a structured questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most children had deficient energy and carbohydrate intake, excessive protein intake, and normal fat intake. Most children had also experienced infectious diseases. Statistical analysis revealed no significant association between energy intake (p=0.191), protein intake (p=0.454), fat intake (p=0.207), carbohydrate intake (p=0.552), or infectious diseases (p=0.381) and the incidence of Underweight among children under five. Health workers are encouraged to enhance nutrition education for parents regarding balanced nutrient intake and to conduct regular growth monitoring through integrated health service posts.
Indonesia PEMANFAATAN LAYANAN KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN RISIKO PADA IBU HAMIL MELALUI LAYANAN KONSULTASI DAN NUTRISI IBU HAMIL DI PINGGIRAN SUNGAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL TAHUN 2026 ainun sajidah; siti masodah; andi parelangi thaher; Januarsih
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Rakat Sehat : Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v5i2.167

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan mengenai faktor risiko serta tanda bahaya abortus dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul, khususnya Desa Pasar Jati, masih ditemukan kasus abortus yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, pendamping ibu hamil, dan kader kesehatan tentang faktor risiko serta pencegahan abortus pada ibu hamil. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui dua kali pertemuan dengan sasaran 33 responden yang terdiri dari 11 ibu hamil, 11 pendamping ibu hamil, dan 11 kader kesehatan. Kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, post-test, serta penyerahan alat kesehatan kepada kader desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh responden. Pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik meningkat dari 72,73% menjadi 90,91%, pendamping ibu hamil dari 54,55% menjadi 63,64%, dan kader kesehatan dari 81,82% menjadi 90,91%. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pencegahan abortus pada ibu hamil. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan deteksi dini risiko kehamilan sehingga dapat menurunkan kejadian kegawatdaruratan kehamilan dan angka kematian ibu. Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga, dan kader kesehatan mengenai faktor risiko serta tanda bahaya abortus dapat menyebabkan keterlambatan penanganan. Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul, khususnya Desa Pasar Jati, masih ditemukan kasus abortus yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, pendamping ibu hamil, dan kader kesehatan tentang faktor risiko serta pencegahan abortus pada ibu hamil. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui dua kali pertemuan dengan sasaran 33 responden yang terdiri dari 11 ibu hamil, 11 pendamping ibu hamil, dan 11 kader kesehatan. Kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, post-test, serta penyerahan alat kesehatan kepada kader desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh responden. Pengetahuan ibu hamil dengan kategori baik meningkat dari 72,73% menjadi 90,91%, pendamping ibu hamil dari 54,55% menjadi 63,64%, dan kader kesehatan dari 81,82% menjadi 90,91%. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pencegahan abortus pada ibu hamil. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan deteksi dini risiko kehamilan sehingga dapat menurunkan kejadian kegawatdaruratan kehamilan dan angka kematian ibu.
PERBAIKAN STATUS GIZI STUNTING DENGAN PEMBERIAN MODIFIKASI FORMULA IKAN HARUAN DI KAMPUNG HIJAU SUNGAI BILU KOTA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN magdalena; Fathurrahman; siti masodah; rahmani; endang sri; Bahrul Ilmi
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Rakat Sehat : Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v5i2.191

Abstract

             Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang diakibatkan oleh malnutrisi  serta berhubungandengan tidak tercukupinya zat gizi di masa lalu, sehingga kejadian stunting termasuk  dalam suatu permasalahan gizi yang bersifat kronis. Akibat dari kejadian stunting pada anak dapat  terjadi secara langsung maupun dalam jangka panjang, termasuk diantaranya peningkatan angka morbiditas dan mortalitas, perkembangan dan kemampuan belajar anak yang buruk, meningkatnya  risiko infeksi  dan penyakit tidak menular di masa mendatang (saat dewasa), serta penurunan tingkat produktivitas dan kemampuan di bidang ekonomi.              Kampung Hijau Sungai Bilu adalah wilayah dipesisirsungai yang mempunyai empat Posyandu termasuk dalam Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin, Jumlah balita stunting tahun 2026 meningkat jumlahnya dibanding tahun 2025, yang semula prevalensi stunting  5,25% menjadi 5,6 %, Jumlah balita stunting di Kampung Hijau sebanyak 34 Balita Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi mengenai stunting, praktik pembuatan formula ikan haruan dan formula ayam dan pendampingan pemberian formula selama enam hari  kepada balita stunting. kegiatan ini adalah edukasi dan praktik mengenai formula ikan haruan serta pendampingan selama 6 hari kepada balita stunting yang diberikan Formula ikan haruan setiap hari.             Hasil Kegiatan ini adalah : Praktik membuat formula ikan haruan telah dilakukan dan di ikuti oleh ibu-ibu balita  stunting dan kader. Pendampingan kepada balita stunting dengan memberikan formula ikan haruan setiap hari selama enam hari berturut-turut. Capaian yang diperoleh adalah  balita yang naik berat badannya (BB) ada 6 balita (75%), balita yang tetap berat badannya ada 1 balita (12,5%), dan balita yang turun berat badannya 1 balita (12,5%)  Balita yang tinggi badan (TB)  meningkat sebanyak 4 balita (50%) dan tinggi badannya tetap 4 balita (50%). Disarankan Formula ikan haruan dapat diberikan kepada balita stunting untuk daerah lain dan  dapat juga diberikan untuk balita yang gizi kurang. Modifikasi formula ikan haruan  dapat dibuat dalam bentuk yang lain