Industri galangan kapal dituntut menyelesaikan proyek perbaikan secara tepat waktu dan efisien karena berkaitan dengan keselamatan operasional dan kepuasan pelanggan. Namun, salah satu peusahaan perbaikan kapal di lingkungan Pelabuhan masih mengalami keterlambatan, di mana proyek yang direncanakan 10 hari terealisasi 15 hari (terlambat 5 hari atau 50%). Keterlambatan terutama terjadi pada pekerjaan konstruksi, outfitting, serta mekanikal seperti baling-baling dan sistem kemudi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab keterlambatan dan merancang perbaikan proses bisnis perbaikan kapal di lingkungan Pelabuhan pada pengelolaan proyek logistic. Metode yang digunakan berupa Business Process Re-engineering (BPR) dengan jenis kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, analisis pemodelan proses bisnis As-Is dan To-Be. Hasil penelitian ini menunjukkan keterlambatan disebabkan alur kerja belum terintegrasi, koordinasi kurang optimal, keterlambatan material, serta lemahnya monitoring dan pengendalian. Usulan BPR menekankan integrasi perencanaan, kesiapan material, penyederhanaan alur, dan penguatan koordinasi, yang diperkirakan mampu mengurangi keterlambatan 3,5 hari menjadi sekitar 1,5 hari (15% dari waktu rencana).
Copyrights © 2026