Rapor Pendidikan menyediakan potret mutu satuan pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD). Penelitian ini bertujuan membandingkan pelaksanaan fungsi manajemen sekolah pada SMP Negeri 1 Ketapang dan SMP Negeri 13 Simpang Hilir dengan kerangka POAC (planning, organizing, actuating, controlling) berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2025. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif-komparatif melalui telaah dokumen: laporan Rapor Pendidikan, rekomendasi prioritas, dan perangkat PBD (RKT/RKAS/ARKAS), diperkuat kajian literatur relevan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan manajerial yang bersifat struktural. SMP Negeri 13 Simpang Hilir memperlihatkan siklus POAC yang relatif utuh: sekolah mampu mengidentifikasi numerasi sebagai prioritas, mengorganisasikan pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan serta pemanfaatan platform digital, dan mengarahkan penggunaan dana BOS untuk peningkatan mutu. Kepemimpinan instruksional dan budaya refleksi guru juga berkembang, sejalan dengan tren peningkatan literasi dan numerasi dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, SMP Negeri 1 Ketapang menghadapi kendala mendasar pada fungsi penggerakan dan pengawasan, ditandai kegagalan memenuhi ambang partisipasi Asesmen Nasional 85% sehingga capaian utama berstatus “capaian tidak tersedia”. Kondisi ini melemahkan validitas data, menghambat PBD, dan menurunkan bobot manajerial capaian nominal yang tampak tinggi pada data mentah.
Copyrights © 2026