Kekurangan gerak (physical inactivity) masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah Indonesia, sehingga pemahaman guru dan calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) terhadap konsep physical literacy menjadi penting untuk membangun budaya gerak yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman physical literacy dan mensosialisasikan tes pengukuran jasmani TKPN bagi Mahasiswa PPG dan Guru PJOK anggota IGORNAS Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, ceramah, diskusi, dan pendampingan terhadap 17 peserta (8 Guru PJOK, 9 Mahasiswa PPG). Evaluasi menggunakan instrumen self-assessment pengetahuan-keterampilan, kualitas pelatihan, dan rencana tindak lanjut yang dianalisis deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 15,12 menjadi 29,18 dan keterampilan dari 5,41 menjadi 11,65. Kualitas pelatihan dinilai sangat baik (4,27 dari skala 5), dan seluruh peserta berkomitmen menindaklanjuti hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Copyrights © 2026