Self-regulated learning (SRL) merupakan kemampuan esensial dalam pembelajaran IPA abad ke-21, terutama dalam lingkungan blended learning. Kajian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai efektivitas blended learning berbasis guided inquiry terhadap SRL murid SMP. Systematic Literature Review (SLR) dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan kerangka PICOS: murid SMP (P), blended learning berbasis guided inquiry (I), pembelajaran konvensional/alternatif (C), SRL (O), dan desain eksperimen/kuasi-eksperimen (S). Pencarian dilakukan pada basis data POP (n=45), ERIC (n=38), Google Scholar (n=82), dan Garuda (n=35) pada rentang 2021–2026, dengan pencarian terakhir 15 Januari 2026. Dari 200 rekaman yang teridentifikasi, 30 duplikat dihapus, 130 rekaman dieksklusi berdasarkan judul/abstrak, dan 35 artikel dinilai kelayakannya. Hanya dua studi yang secara langsung mengukur SRL; keduanya tidak menguji integrasi blended learning + guided inquiry secara bersamaan. Studi lainnya (n=8) merupakan bukti kontekstual yang mengukur hasil belajar, literasi sains, metakognisi, atau engagement. Temuan menunjukkan bahwa bukti langsung mengenai efektivitas blended learning berbasis guided inquiry terhadap SRL murid SMP masih sangat terbatas. Guided inquiry tidak secara otomatis meningkatkan SRL (p = 0,078), dan dukungan metakognitif eksplisit (misalnya metacognitive prompts dan video modeling) berperan penting dalam menjembatani aktivitas inquiry dengan regulasi diri. Kajian ini menyimpulkan bahwa klaim efektivitas terhadap SRL belum dapat ditegakkan; diperlukan penelitian primer yang secara khusus menguji intervensi gabungan dengan pengukuran SRL yang valid dan reliabel.
Copyrights © 2026