Penyakit ginjal kronik (PGK) stadium 5 ditandai penurunan fungsi filtrasi ginjal yang dapat meningkatkan kadar ureum dan kreatinin serta disertai anemia akibat gangguan produksi eritropoietin dan faktor lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar hemoglobin dengan ureum dan kreatinin serum pada pasien PGK stadium 5 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 144 pasien yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani hemodialisis pertama pada Januari–Maret 2024. Pengumpulan data dilakukan pada 5–22 November 2024. Kadar hemoglobin, ureum, dan kreatinin diambil dari pemeriksaan sebelum hemodialisis pertama, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Kelompok usia terbanyak adalah 45–54 tahun (27,8%), sebanyak 53,5% pasien laki-laki, dan 48,6% memiliki hipertensi tanpa diabetes melitus. Rerata hemoglobin, ureum, dan kreatinin berturut-turut sebesar 8,2 ± 1,7 g/dL, 202,3 ± 86,7 mg/dL, dan 9,4 ± 5,4 mg/dL. Terdapat korelasi negatif bermakna antara hemoglobin dan ureum (r = −0,567; p < 0,001) serta hemoglobin dan kreatinin (r = −0,617; p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin yang lebih rendah berkaitan dengan kadar ureum dan kreatinin yang lebih tinggi, tanpa membuktikan hubungan sebab-akibat.
Copyrights © 2026