Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang semakin pesat serta kebutuhan akan bahan ajar inovatif yang mampu mendukung pembelajaran abad ke-21, khususnya pada materi teks laporan hasil observasi di SMA/MA. Pemanfaatan modul digital berbasis Problem Based Learning (PBL) dinilai mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar. Namun, kajian yang secara khusus membahas pengembangan modul digital berbasis PBL pada materi tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai pengembangan modul digital berbasis PBL melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari 10 jurnal ilmiah yang relevan dan dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, pengelompokan, interpretasi, serta sintesis temuan penelitian. Fokus analisis mencakup model pengembangan yang digunakan, aplikasi pendukung pembuatan modul digital, serta kriteria keberhasilan produk yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menghasilkan modul digital dengan tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi. Model pengembangan yang paling dominan digunakan adalah ADDIE, sedangkan aplikasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah Canva. Selain itu, modul digital berbasis PBL terbukti mampu meningkatkan hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Dengan demikian, pengembangan modul digital berbasis PBL memiliki potensi besar untuk diterapkan secara optimal dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi di SMA/MA serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2026