Kajian semiotika terhadap karya sastra tidak cukup berhenti pada identifikasi jenis tanda, tetapi perlu menjelaskan bagaimana tanda membentuk makna dan pesan moral melalui konteks cerita. Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks dan simbol serta menjelaskan pembentukan pesan moral dalam cerpen Kerajaan Ariesto karya Dian Tyas Utami. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tanda, mengklasifikasikan jenis tanda, menguraikan hubungan representamen, objek, dan interpretan, serta menafsirkan pesan moral berdasarkan konteks naratif. Hasil penelitian menunjukkan delapan data tanda, yaitu tiga indeks dan lima simbol. Indeks berkaitan dengan kondisi lingkungan dan keadaan sosial tokoh, sedangkan simbol berkaitan dengan pendidikan, penghargaan terhadap profesi guru, dan kekuasaan. Dominasi simbol memperlihatkan peran konvensi sosial dan penggunaan bahasa figuratif dalam menyampaikan kritik terhadap ketimpangan akses pendidikan serta penghargaan terhadap guru. Pesan moral ditafsirkan melalui hubungan antara tanda, situasi tokoh, dan konflik yang disajikan dalam cerita. Tidak ditemukannya ikon dalam data terpilih menunjukkan bahwa klasifikasi ikon tidak didukung oleh bukti tekstual yang berhasil diidentifikasi dalam analisis ini, bukan bahwa cerpen tersebut secara mutlak tidak mengandung ikon. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pembacaan tanda yang menghubungkan klasifikasi semiotik dengan kritik sosial dan pesan moral dalam cerpen.
Copyrights © 2026