Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menganalisis penguatan harmonisasi antarperguruan pencak silat berbasis nilai bela negara di Kampung Pesilat, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Kegiatan dilatarbelakangi oleh rivalitas simbolik, lemahnya komunikasi antarorganisasi, belum meratanya pemahaman resolusi konflik, serta kebutuhan tata kelola komunitas yang lebih terstruktur. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi mitra, pretest, penyampaian materi tematik, Focus Group Discussion, konsultasi hukum, pemetaan risiko, pendampingan legalitas dan struktur organisasi, serta posttest. Peserta kegiatan berjumlah 31 orang, terdiri atas perwakilan kelompok pencak silat, Pemerintah Kecamatan Mejayan, dan Tim PKM Bela Negara Universitas Negeri Surabaya. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 7,2% pada pretest menjadi 100% pada posttest pada lima indikator, yaitu konflik, resolusi konflik, harmonisasi nilai bela negara, strategi harmoni, dan digitalisasi perdamaian. FGD menghasilkan rekomendasi mekanisme komunikasi, manajemen risiko, legalitas komunitas, struktur organisasi, dan program kerja bersama. Kegiatan ini penting karena menegaskan bahwa pencak silat dapat menjadi media pendidikan karakter, harmoni sosial, dan dukungan SDGs melalui pendekatan kolaboratif berkelanjutan.
Copyrights © 2026