Penyelenggaraan pendidikan di daerah 3T memerlukan evaluasi yang komprehensif agar program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat di SMP Negeri 1 Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menerapkan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory yang melibatkan 191 responden, terdiri atas guru, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan berada pada kategori cukup baik dengan nilai grand mean 3,28. Kompetensi pendidik memperoleh nilai tertinggi (3,80) sebagai kekuatan utama sekolah, sedangkan keterlibatan masyarakat (2,75) dan sarana-prasarana (2,66) menjadi aspek yang memerlukan perhatian prioritas. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pendidik, tetapi juga dipengaruhi oleh kemitraan sekolah dengan masyarakat, relevansi kurikulum terhadap potensi lokal, dan ketersediaan sarana pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CIPP efektif digunakan untuk menghasilkan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.
Copyrights © 2026