Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk satire dan mengetahui makna satire yang disampaikan oleh kedua calon Gubernur Medan saat debat dalam media youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitisan ini adalah debat calon Gubernur Medan, sedangkan objek penelitiannya adalah bentuk dan makna satire yang diucapkan kedua calon Gubernur Medan saat berlangsungnya debat perdana, kedua dan ketiga pada tanggal 30 Oktober-19 November 2024. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan teknik simak dan catat, dilengkapi dengan instrumen berupa kartu data. Data dianalisis menggunakan metide analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: bentuk satire dalam debat calon Gubernur Medan di kanal YouTube Narasi Neswroom ditemukan sebanyak 43 tuturan diantaranya terdiri dari 35 bentuk satire horatian dan 8 bentuk satire juvenalian; makna satire dalam debat calon Gubernur Medan di kanal YouTube Narasi Newsroom ditemukan yang paling banyak ialah makna menyindir dan mengingatkan, mengingat dalam debat politik bahwa calon harus saling menjaga kredibilatasnya masing-masing untuk menunjukkan bahwa mereka layak sebagai pemimpin.
Copyrights © 2025